Kasak Kusuk Calon Wakil Gubernur, Ini Sikap PNA

Partai Nanggroe Aceh (PNA) mengeluarkan pernyataan resmi mengenai informasi pengajuan calon wakil gubernur (cawagub) Aceh, menggantikan Nova Iriansyah

Kasak Kusuk Calon Wakil Gubernur, Ini Sikap PNA
DOK SERAMBINEWS.COM
Samsul Bahri alias Tiyong. 

Kasak Kusuk Calon Wakil Gubernur, Ini Sikap PNA

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Partai Nanggroe Aceh (PNA) mengeluarkan pernyataan resmi mengenai informasi pengajuan calon wakil gubernur (cawagub) Aceh, menggantikan Nova Iriansyah yang kini sebagai Plt Gubernur Aceh. Partai tersebut menyatakan dengan tegas sampai saat ini sama sekali belum pernah membahas tentang posisi awagub pengganti tersebut.

Ketua Harian DPP PNA, Samsul Bahri bin Amiren (Tiyong) didampingi oleh Ketua DPP PNA, M Rizal Falevi Kirani kepada Serambinews.com, Kamis (20/6/2019) menyampaikan bahwa ada dua alasan kenapa pihaknya belum membahas cawagub pengganti.

Pertama, pihaknya masih menunggu proses hukum terhadap Gubernur Irwandi Yusuf hingga inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Karena sampai saat ini pihaknya berkeyakinan Ketua Umum PNA itu adalah korban jebakan atau permainan hukum pihak tertentu.

Baca: Diduga Hilang di Gunung, Warga Gampong Baru, Abdya, Akhirnya Pulang Sendiri ke Rumah

Baca: Wali Kota Sabang Minta Kadin Aceh Kembangkan Wisata Sabang

Baca: Anggota DPRA Ini Minta Pihak Eksekutif Untuk Memastikan Fatwa Haram PUBG Dipatuhi

Kedua, pihaknya masih fokus untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan Pileg lalu. Saat ini ada dua gugatan yang dihadapi PNA di Mahkamah Konstitusi (MK), yaitu di Aceh Besar dan Bireuen.

"Setelah selesainya semua tahapan dalam Pileg dan inkracht-nya status hukum Pak Irwandi, nantinya baru kami akan mengadakan forum untuk membicarakan persoalan tersebut. Perlu saya tegaskan kembali, saat ini memang sama sekali belum ada pembahasan terkait hal ini," kata Tiyong.

Tiyong yang juga anggota DPRA ini mengungkapkan da banyak pihak yang bertanya tentang sikap PNA setelah proses hukumnya Ketum Irwandi selesai.

"Kami memakluminya, karena memang masyarakat berharap dan menunggu sikap politik dari PNA. Namun kembali kami sampaikan secara tegas, bahwa kami masih berharap dan berkeyakinan Bang Wandi akan bebas dari segala tuntutan hukum dan kembali memimpin Aceh nantinya," ujarnya. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved