Pemilik Usaha Diimbau Halau Gepeng, Dinsos akan Tempel Imbauan ke Setiap Tempat Usaha

Seluruh pemilik usaha terutama kuliner, hiburan, warung kopi, dan lainnya di Banda Aceh diimbau untuk menghalau gelandangan dan pengemis (gepeng).

Pemilik Usaha Diimbau Halau Gepeng, Dinsos akan Tempel Imbauan ke Setiap Tempat Usaha
FOTO DINSOS BANDA ACEH
Sejumlah gepeng yang ditangkap langsung diangkut menggunakan mobil pikap ke Rumah Singgah Lamjabat Banda Aceh untuk dibina, Jumat (22/2/2019) malam. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Seluruh pemilik usaha terutama kuliner, hiburan, warung kopi, dan lainnya di Kota Banda Aceh diimbau untuk menghalau gelandangan dan pengemis (gepeng) dari tempat usahanya masing-masing.

Hal itu disepakati dalam rapat Pemko yang dipimpin Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin bersama SKPK terkait serta para pemilik usaha, di Balai Keurukon Kompleks Kantor Wali Kota, Selasa lalu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh, Drs Muzakir kepada Serambinews.com, Kamis (20/6/2019). Dia mengatakan, para pelaku usaha yang diundang sudah menyepakati imbauan yang ditandatangani Wali Kota Banda Aceh terkait pemberantasan gepeng.

Imbauan itu sendiri mengacu pada Perwal Banda Aceh Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis, Orang Telantar, dan Tuna Sosial dalam wilayah Banda Aceh.

“Para pemilik usaha akhirnya sepakat dan mendukung imbauan tersebut. Imbauan berbentuk selebaran itu selanjutnya akan kami tempelkan di tempat usaha Banda Aceh,” kata Muzakir, dan menyebut pihaknya sudah mencetak 500 lembar imbauan dan akan diperbanyak sesuai kebutuhan.

Dalam waktu dekat, pihaknya bersama aparatur kecamatan akan turun guna menempel selebaran itu ke toko-toko.

Baca: Gepeng Memang Harus Ditertibkan

Baca: Pedagang Harus Ikut Berantas Gepeng

Baca: Berantas Gepeng, Anggota Dewan Minta Pemilik Usaha Ikut Berkontribusi

Dalam rapat tersebut, kata Muzakir, seorang pemilik usaha sate matang di Rex Peunayong awalnya kurang setuju dengan imbauan tersebut. Alasannya, mereka pernah mendapati gepeng yang marah-marah setelah diusir.

“Ada banyak wisatawan yang makan di situ. Sehingga tingkah laku gepeng tersebut membuat para tamunya tidak nyaman dan takut,” kata dia.

Namun setelah diyakinkan oleh Dinsos dan Satpol PP, si pemilik usaha sate akhirnya menyutujui imbauan itu. Menurut Muzakir, dalam imbauan tersebut pihaknya turut mencantumkan nomor pengaduan jika pemilik usaha mendapat masalah.

“Silakan hubungi kontak person yang terdapat dalam imbauan. Petugas dari Satpol PP atau Dinsos akan datang untuk mengamankan pengemis tersebut,” jelasnya.

Adapun imbauan tersebut berisikan lima poin yang harus dipatuhi pelaku usaha. Pertama, mereka diimbau untuk tidak memberikan ruang aktifitas kepada gepeng. Kedua, setiap orang dilarang memberikan uang atau barang kepada gepeng. Ketiga, pemberian uang atau barang dapat disalurkan melalui lembaga/badan sosial.

Keempat, apabila pelaku usaha mendapat kesulitan dapat menghubungi nomor 08126902164 (Satpol PP) atau 08116789309 (Dinsos). “Kelima, pemilik usaha yang tidak mengindahkan imbauan ini akan dikenakan tindakan tegas,” pungkas Muzakir.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved