2020, BRI akan Operasional Syariah

Bank Rakyat Indonesia menyatakan siap menjalankan wanun Lembaga Keuangan Syariah pda 2020

2020, BRI akan Operasional Syariah
SERARMBI/HERIANTO
PINSIL BRI Aceh, Dedi Iskandar serahkan cenderamata kepada Ketua Banker DPRA, Tgk Abdullah Saleh usai acara Sosialisasi Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Ruang Hanggar DPRA, Kamis (20/6). 

BANDA ACEH - Bank Rakyat Indonesia menyatakan siap menjalankan qanun Lembaga Keuangan Syariah pda 2020. Pada tahun ini seluruh sistem pelayanan perbankan BRI yang ada di Aceh sudah dikonversikan dari sistem konbensional ke syariah.

Hal itu terungkap dari pertemuan dan sosialisasi Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah antara Pengurus Pusat dan Wilayah Kantor BRI Aceh dengan Badan Legislatif DPRA Aceh, Kamis (20/6), di ruang Banggar DPRA.

Hadir pada sosialisasi itu dari pihak Pengurus Kantor Wilayah BRI Aceh hadir langsung Pimpinan Wilayah Kantor BRI Aceh, Dede Iskandar, bersama staf dan pengurus BRI Pusat. Dari kalangan DPRA, hadir Ketua Badan Legislatif DPRA, Tgk Abdullah Saleh bersama anggota Banleg. Sementara itu, dari kalangan Pemerintah Aceh, hadir Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Dr Amrijal J Prang, Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Amirullah SE, MSi, Ak, perwakilan dari Dinas Syariah Islam dan para undangan lainnya.

Pimpinan Kantor Wilyah BRI Aceh, Dedi Iskandar mengatakan, terkait pelaksanaan Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Aceh, Pengurus Kantor Pusat BRI Aceh yang diberi info mengenai pelaksanaan qanun tersebut, mereka menerimanya dengan positif.

Masa tenggang atau persiapan Lembaga Keuangan yang beroperasi di Aceh untuk menerima atau menolak pelaksanaan Qanun Nomor 11 tahun 2018 itu, kata Dedi Iskandar, dalam qanun itu disebutkan tiga tahun. Bagi Kanwil BRI, cukup dua tahun saja, Insya Allah, kita sudah konversikan sistem pelaksanaan layanan perbankan dari Konvensional ke Syariah.

Jadi, katanya, memasuki awal tahun 2020 sistem pelayanan perbankan di seluruh Kantor BRI yang ada di Aceh sudah menggunakan sistem syariah, tidak lagi konvensional. Kebijakan itu dilakukan, setelah pihaknya melakukan survei lebih dulu kepada seluruh nasabah BRI yang ada di Aceh, menyatakan sebesar 50 persen nasabah, siap menerima sistem syariah, 30 persen lagi masih ragu-ragu dan 20 persen belum menjawab.

Karena setengah nasabah BRI yang disurvei sudah menyatakan siap menerima sistem syariah, kata Dedi Iskandar, manajemen di Kantor Pusat setuju sistem pelayanan perbankan BRI di Aceh seuruhnya menggunakan sistem syariah. Kepada nasabah non muslim yang belum mau menerima sistem syariah, tetap dilayani melalui Kantor Wilayah BRI yang ada di wilayah Sumut.

Dedi mengungkapkan, dari hasil survei yang mereka lakukan kepada nasabah BRI di 23 Kabupaten/Kota, menyatakan sosialisasi Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah kepada berbagai lembaga vertikal yang terkait dengan operasional perbankan belum begitu intensif dan masif, sehingga masih banyak nasabah BRI dan lembaga yang menjadi mitra perbankan belum mengetahui keberadaan dari qanun Nomor 11 tahun 2018.

Sementara Ketua Banleg DPRA, Tgk Abdullah Saleh mengatakan, pihaknya setuju dan siap menerima saran dan usul yang disampaikan Pengurus Kantor Wilayah BRI Aceh. DPRA, katanya, mengapresiasi Pengurus Pusat dan Kanwil BRI Aceh, karena sudah menerima sistem pelayanan perbankan syariah untuk operasi di Aceh. Bahkan DPRA bersama Pemerintah Aceh, siap melaksanakan saran dan ususl yang disampaikan Pinwil BRI, yang meminta memberikan kemudahan perizinan dalam rangka pelaksanaan tahapan konversi dari sistem konvensional ke sistem syariah.

Kepada BPN, OJK, BI dan pihak terkait lainnya akan kita bicarakan kembali, agar mereka memberikan respon yang cepat kepada bank-bank dan lembaga keuangan lainnya yang mau mengalihkan sistem pelayanan usahanya dari konvensional ke sistem syaraiah, termasuk perusahan Asuransi dan leasing serta lembaga keuangan lainnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved