4 Fakta Penutupan Warung Daging Anjing, Penjual Disuruh Ganti Profesi hingga Diberi Modal Rp 5 Juta

Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Juliyatmono, telah memutuskan untuk melarang warung yang menjual daging anjing beroperasi di wilayahnya.

4 Fakta Penutupan Warung Daging Anjing, Penjual Disuruh Ganti Profesi hingga Diberi Modal Rp 5 Juta
Dog Meat Free Indonesia
Anjing diikat mulutnya dan dimasukkan ke dalam karung yang sempit sebelum dijagal. (Dog Meat Free Indonesia) 

SERAMBINEWS.COM - Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Juliyatmono, telah memutuskan untuk melarang warung yang menjual daging anjing beroperasi di wilayahnya.

Menurutnya, daging anjing rentan penyakit menular, salah satunya rabies.

Selain itu, anjing bukan hewan ternak yang layak untuk dikonsumsi.

Sementara itu, beberapa pemilik warung mengaku pasrah dan berencana untuk mengikuti arahan dari Juliyatmono.

Mereka pun diberi waktu seminggu untuk merancang rencana usaha baru.

Pino, salah satu pemilik warung, mengatakan akan berdagang wedang ronde setelah puluhan tahun berjualan daging anjing.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Bupati Juliyatmono telah siapkan peraturan daerah

S
Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan keterangan pers terkait penutupan warung daging anjing di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019).(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

 Juliyatmono mengatakan, selama enam bulan dirinya akan memantau secara langsung usaha mereka setelah tidak lagi berjualan daging anjing.

"Selama enam bulan akan kita pantau keberhasilan, kesuksesan, keluar dari zona yang selama ini dia tekuni. Dan akan terus kita pantau agar mereka menjadi orang-orang yang sukses setelah alih profesi," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved