Salam

Harapan Baru untuk Kadin Aceh

Selamat atas kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, musyawarah Provinsi (Muprov) VI

Harapan Baru untuk Kadin Aceh
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Ketua Kadin Aceh, Makmur Budiman (kanan) menerima ucapan selamat dari Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani dalam Muprov VI Kadin Aceh di Hotel Kyriad Banda Aceh, Rabu (19/6/2019). 

Selamat atas kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh. Musyawarah Provinsi (Muprov) VI yang dilaksanakan di Hotel Kyriad, Banda Aceh, 19 Juni 2019, menetapkan H Makmur Budiman SE sebagai ketua umum untuk masa jabatan 2019-2024, menggantikan ketua umum sebelumnya, H Firmandez.

Sebenarnya, tidak ada hal yang luar biasa dalam proses pemilihan Ketua Umum Kadin kali ini. Tak ada persaingan yang umum terjadi dalam setiap proses suksesi. Makmur terpilih dengan mulus karena memang hanya ada satu calon yang memenuhi syarat. Tetapi di balik itu, ada proses yang panjang sehingga akhirnya muncul wajah baru yang sekaligus memunculkan sebuah harapan baru.

Untuk diketahui, Kadin merupakan satu-satunya organisasi pengusaha yang dibentuk berdasarkan undang-undang dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dikukuhkan melalui Keputusan Presiden (Kepres).

Ada sepuluh tugas pokok Kadin, di antaranya memberdayakan organisasi perusahaan dan organisasi pengusaha, mendorong tumbuh dan berkembangnya kewirausahaan dan wirausaha baru, serta mengembangkan bisnis, baik yang memiliki lingkup nasional, regional, maupun internasional.

Karena itu, Kadin memiliki peran penting dalam memajukan dunia usaha. Jalannya organisasi Kadin dan perannya dalam melaksanakan tugas-tugas pokoknya secara langsung akan ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebuah daerah atau negara.

Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Aceh dengan migas pada tahun 2018 tumbuh sebesar 4,61%, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2017 sebesar 4,18%. Sementara tanpa migas tumbuh sebesar 4,49%, meningkat dibanding capaian tahun 2017 sebesar 4,13%.

Meski mengalami peningkatan, ekonomi Aceh masih lebih rendah dibandingkan nasional yang tumbuh mencapai 5,17%. Aceh juga berada pada peringkat tujuh dari sepuluh provinsi di Sumatra.

Pengamat ekonomi Aceh, Rustam Effendi MEcon, pernah menyampaikan, rendahnya pertumbuhan ekonomi Aceh, salah satunya disebabkan oleh minimnya usaha-usaha produktif yang memberi nilai tambah. Para pengusaha di Aceh masih berorientasi pada dana pemerintah sehingga hanya berkutat pada usaha-usaha kegiatan konstruksi.

Nah, di sinilah Kadin Aceh bisa mengambil peran, terutama dalam mendorong lahirnya usaha-usaha baru di Aceh dan mencetak dalam setahun setidaknya 1.200 enterpreneurs muda sebagai pelanjut kesuksesan para saudagar atau pengusaha Aceh di masa Orla maupun Orba. Harapan itu muncul seiring dengan terpilihnya Makmur Budiman yang dikenal sebagai pengusaha kakap di bidang perkebunan dan jasa konstruksi. Jangan lagi ada stigma bahwa Kadin hanya menjadi wadahnya para kontraktor. Juga jangan sampai terjadi lagi blok-blok bahkan ketidakkompakan antarpelaku usaha di Aceh. Kadin harus menjadi wadah pemersatu dan stimulus utama bagi kebangkitan era baru perekonomian Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved