Rekam Jejak Soenarko Jadi Salah Satu Alasan Panglima TNI Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kapolri

Pertimbangan permintaan penangguhan penahanan antara lain rekam jejak Soenarko dan ikatan moral antara prajurit TNI yang masih aktif dan purnawirawan.

Rekam Jejak Soenarko Jadi Salah Satu Alasan Panglima TNI Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kapolri
SURYA.co.id/Tribunnews.Com/Wikipedia
Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko. 

Rekam Jejak Soenarko Jadi Salah Satu Alasan Panglima TNI Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kapolri

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap mandan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Panglima TNI memiliki beberapa alasan mengajukan permintaan penangguhan penahanan terhadap Soenarko kepada Polri, seperti dikutip dari Kompas.com.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi menjelaskan, pertimbangan permintaan penangguhan penahanan antara lain rekam jejak Soenarko dan ikatan moral antara prajurit TNI yang masih aktif dan purnawirawan.

Baca: Mantan Danjen Kopassus Soenarko Ditahan, Diduga Selundupkan Senjata Terkait Aksi 22 Mei

"Ada beberapa pertimbangan yang mendasari permintaan penangguhan penahanan tersebut, yaitu pertimbangan aspek hukum, pertimbangan tentang rekam jejak Mayjen TNI (Purn) Soenarko selama berdinas di lingkungan TNI maupun setelah purnawirawan dan pertimbangan ikatan moral antara prajurit TNI dengan purnawirawan," ungkap Sisriadi melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (21/6/2019).

Baca: Kronologi Penguasaan Senjata Ilegal oleh Mantan Danjen Kopassus Soenarko,Milik GAM Dikirim dari Aceh

Panglima TNI sudah menandatangani surat permintaan mengajukan penangguhan penahanan terhadap Soenarko yang akan dikirimkan ke Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Ia berharap pengajuan itu bisa segera direalisasikan sehingga penangguhan bagi Soenarko bisa secepatnya dilakukan.

Soenarko ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal sejak Mei 2019 dan ditahan di Rutan POM Guntur, Jakarta Selatan.

Baca: Polri Sebut Senjata Ilegal yang Dikuasai Soenarko Milik Anggota GAM

Dia ditangkap atas dugaan kasus penyelundupan senjata dari Aceh.

Soenarko dinilai berpotensi mengancam keamanan nasional. Senjata itu diduga digunakan untuk diselundupkan dalam kerusuhan 22 Mei 2019.

Mantan Kepala Badan Intelijen ABRI, Zacky Anwar Makarim, memberikan penjelasan tentang senjata yang dikaitkan dengan Soenarko dalam konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Zacky Anwar Makarim menyatakan senjata yang disita polisi dan POM TNI yang dikaitkan dengan Soenarko adalah senjata rusak dan telah dimodifikasi.
Mantan Kepala Badan Intelijen ABRI, Zacky Anwar Makarim, memberikan penjelasan tentang senjata yang dikaitkan dengan Soenarko dalam konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Zacky Anwar Makarim menyatakan senjata yang disita polisi dan POM TNI yang dikaitkan dengan Soenarko adalah senjata rusak dan telah dimodifikasi. (Capture Youtube KompasTV)

Seperti diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dilaporkan sudah menandatangani surat permintaan penangguhan penahanan terhadap mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko yang ditahan karena diduga memiliki senjata api ilegal.

"Surat permintaan penangguhan penahanan kepada Kapolri ditandatangani Panglima TNI pada Kamis malam (20/6/2019) pukul pada 20.30 WIB," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Baca: Jika Ada Operasi Khusus, Gatot Sebut Jokowi dan Panglima TNI Adalah Orang Pertama yang Tahu

"Saya tadi baru saja telepon ke Denpom TNI Mayor Jenderal Dedi untuk koordinasi dengan Kababinkum TNI untuk sampaikan ke penyidik Pak Soenarko untuk supaya penangguhan penahanan," katanya saat menghadiri acara pertemuan dengan ulama di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019).(*)

Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved