Wabup: Ini Kekeliruan, Tapi bukan Sabotase

Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST mengaku tercantumnya cap stempel Gubernur Aceh

Wabup: Ini Kekeliruan, Tapi bukan Sabotase
Serambinews.com
Anggota DPRK bersama Wakil Bupati Pidie Jaya mendengarkan penyampaian LKPJ Bupati/Wakil Bupati periode 2014-2019 di gedung dewan setempat, Senin (17/6/2019). 

SIGLI - Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST mengaku tercantumnya cap stempel Gubernur Aceh di bagian akhir pidato pengantar LKPJ Bupati Pidie kemarin sebagai sebuah kekeliruan. Namun, pihaknya belum tahu persis siapa yang melakukan kekeliruan administrasi seperti itu dan dia juga tidak yakin bahwa itu bagian dari sabotase bawahan terhadap atasannya.

“Saya tak mungkin membantah atas kekeliruan ini yang faktanya memang ada pada hari ini. Tapi, saya yakin, ini bukanlah kesalahan yang disengaja. Ini faktor human error, tapi sekali lagi saya tidak menjustifikasi atau memvonis bahwa ini upaya sabotase,” ujar Fadhlullah menjawab Serambi secara khusus di ruang kerjanya, Kamis kemarin. Saat itu Wabup Pidie itu didampingi Plt Sekda, Drs H Maddan Marhaban MSi, para asisten sekda, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK), Inspektorat, serta Kepala Humas, Juru Bicara Bupati Pidie.

Atas kekeliruan yang tidak pernah diharapkan itu, kata Fadhlullah, pihaknya akan segera membentuk tim pengusut melalui Inspektorat dan para asisten dengan pengawasan langsung Sekda Pidie untuk mengkaji apakah kekeliruan ini murni karena human error atau adanya unsur-unsur lain. Namun, Fadhlullah tak yakin kesalahan administrasi ini ulah sabotase bawahannya atau pihak tertentu di jajaran Pemkab Pidie.

Yang jelas, kata Fadhlullah, dalam hal ini diperlukan pengkajian mendalam agar tidak memunculkan kecurigaan dan spekulasi berlebihan terhadap siapa pun. Sebab, teks pidato pengantar LKPJ ini jauh sebelum ditandatangani telah dilakukan pemeriksaan materi teks secara berlapis melalui tim pemeriksaan mulai dari Sekda, asisten, Kepala BPKK hingga pengiriman naskah ke pihak dewan. “Artinya, sebelum dilakukan paraf maka saya tidak berani menandatangani teks pidato ini. Pada intinya, naskah ini telah dikaji jauh secara bertahap. Saya akan mengkaji siapa gerangan yang terlibat di balik kekeliruan,” kata Fadhlullah.

Menurutnya, kekeliruan ini akan dijadikan Pemkab Pidie sebagai renungan, pelajaran, dan evaluasi berharga dalam menjaga tertib administrasi pemerintahan di kabupaten itu ke depan.

Ditelusuri serius
Dihubungi terpisah sekira pukul 15.00 WIB kemarin, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Pidie, H Maddan Msi mengaku heran atas kejadian itu. Dia tak habis pikir mengapa bisa di atas nama jabatan Wakil Bupati Pidie justru dibubuhkan cap stempel Gubernur Aceh.

Lebih mengherankan lagi mengapa di Pidie ada cap stempel Gubernur Aceh? Atau kemungkinan lain, dokumen LKPJ itu dibawa seseorang lebih dulu ke Banda Aceh lalu dicap dengan stempel Gubernur Aceh sebelum dibacakan Wabup Pidie.

Plt Sekda Pidie itu menyatakan sedang mempelajari dan menelusuri serius mengapa keanehan seperti itu bisa terjadi, seperti diperintahkan Wabup Pidie, Fadhlullah TM Daud. “Ini jelas musibah. Logikanya, manalah mungkin kita permalukan diri sendiri. Kami juga belum tahu bagaimana hal ini sampai terjadi,” kata Maddan.

Ia tegaskan bahwa suatu kekeliruan pasti akan diperbaiki. “Kita sedang mempelajari dan siap diperbaiki. Itu saja yang bisa saya jelaskan,” tandas H Maddan tanpa berjanji, misalnya akan menindak pegawai yang lalai menjalankan tugas sehingga membubuhkan cap stempel Gubernur Aceh di bagian akhir teks pidato pengantar LKPJ Bupati Pidie Tahun 2018 itu. (aya/c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved