AMPF: Pemerintah Harus Masifkan Sosialisasi Fatwa Haram Game PUBG

Sebab, penggunaan game PUBG saat ini telah meresahkan masyarakat dan berdampak buruk bagi pemain game peperangan bergenre first person shotter (FPS).

AMPF: Pemerintah Harus Masifkan Sosialisasi Fatwa Haram Game PUBG
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL BIN ZAIRI
Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa (AMPF) Ulama Aceh menggelar konferensi pers di salah satu warkop di Banda Aceh, Sabtu (22/6/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa (AMPF) Ulama Aceh mendorong pemerintah Aceh dan kabupaten/kota melakukan sosialisasi secara masif tentang fatwa MPU Aceh yang mengharamkan game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) dan sejenisnya.

Sebab, penggunaan game PUBG saat ini telah meresahkan masyarakat dan berdampak buruk bagi pemain game peperangan bergenre first person shotter (FPS) itu sendiri.

Karena itu AMPF mendukung dan terus mengawal fatwa ulama tersebut.  

Demikian disampaikan Juru Bicara AMPF Ulama Aceh, Teuku Farhan bersama anggota DPRA, Asrizal H Asnawi beberapa perwakilan lembaga yang tergabung dalam AMPF pada konferensi pers di di Banda Aceh, Sabtu (22/6/2019).

“Pemerintah Aceh harus menerbitkan surat edaran dan sosialisasi fatwa MPU ini,” katanya.

Farhan menyatakan bahwa Pemerintah Aceh dan DPRA harus segera menindaklanjuti dampak buruk dari game PUBG ini sebelum jatuh korban.

Sebab, game tersebut bisa menimbulkan dampak buruk secara psikologi, ekonomis, agama, maupun kebudayaan.  

Langkah cepat MPU Aceh, menurutnya, patut diapresiasi.

Baca: MIT Aceh dan Anggota DPRA Minta Pemerintah Blokir Game PUBG, Begini Tanggapan Diskominsa

Baca: Diskominsa Aceh Akui tak Bisa Blokir Game PUBG dan Sejenisnya, Ini Penyebabnya!

Baca: Anggota DPRA Ini Minta Pihak Eksekutif Untuk Memastikan Fatwa Haram PUBG Dipatuhi

Sebab, dibeberapa negara telah mengambil langkah tegas setelah melihat dampak yang ditimbulkan dari game itu, seperti India, Nepal, Irak, dan China.

Halaman
12
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved