Didukung Turki, Cina, dan Malaysia, Pakistan Gagalkan Upaya India Masukkan Negaranya ke Daftar Hitam

Sejak Juni 2018, FATF menembapkan Pakistan dalam daftar abu-abu untuk pendanaan teroris dan risiko pencucian uang

Didukung Turki, Cina, dan Malaysia, Pakistan Gagalkan Upaya India Masukkan Negaranya ke Daftar Hitam
Kolase Serambinews.com/Google.com
Didukung Turki, Cina, dan Malaysia, Pakistan Gagalkan Upaya India Masukkan Negaranya ke Daftar Hitam 

Didukung Turki, Cina, dan Malaysia, Pakistan Gagalkan Upaya India Masukkan Negaranya ke Daftar Hitam

SERAMBINEWS.COM, KARACHI, PAKISTAN - Pakistan berhasil mengumpulkan dukungan yang sangat dibutuhkan dari tiga negara anggota Financial Action Task Force (FATF) atau Gugus Tugas Aksi Keuangan, untuk menghindari ditempatkan dalam daftar hitam organisasi tersebut.

Meski demikian, awan hitam masih menggantung di atas ‘langit’ Pakistan, demikian laporan Kantor Berita Turki Anadolu Agency.

FATF adalah organisasi antarpemerintah yang didirikan pada tahun 1989 atas inisiatif G7 untuk mengembangkan kebijakan untuk memerangi pencucian uang.

Pada tahun 2001 mandatnya diperluas untuk mencakup pendanaan terorisme.

Sekretariat FATF bertempat di kantor pusat OECD di Paris, Prancis.

Islamabad (Pakistan) telah berada di radar pengawas pencucian uang global sejak Juni 2018.

Ketika itu, Pakistan ditempatkan pada daftar abu-abu untuk pendanaan teroris dan risiko pencucian uang, setelah penilaian sistem keuangan negara dan mekanisme keamanan.

Turki adalah satu-satunya negara yang menentang langkah untuk memasukkan Pakistan ke dalam daftar hitam.

Upaya mamasukkan Pakistan dalam daftar hitam FATF dilakukan oleh India, musuh bebuyutan Pakistan, dengan dukungan dari Amerika Serikat dan Inggris.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved