Didukung Turki, Cina, dan Malaysia, Pakistan Gagalkan Upaya India Masukkan Negaranya ke Daftar Hitam

Sejak Juni 2018, FATF menembapkan Pakistan dalam daftar abu-abu untuk pendanaan teroris dan risiko pencucian uang

Didukung Turki, Cina, dan Malaysia, Pakistan Gagalkan Upaya India Masukkan Negaranya ke Daftar Hitam
Kolase Serambinews.com/Google.com
Didukung Turki, Cina, dan Malaysia, Pakistan Gagalkan Upaya India Masukkan Negaranya ke Daftar Hitam 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammad Faisal menolak mengomentari perkembangan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada bulan Februari tahun ini, FATF mengatakan: "Mengingat kemajuan terbatas pada item rencana aksi yang akan jatuh tempo pada Januari 2019, FATF mendesak Pakistan untuk dengan cepat menyelesaikan rencana aksinya, terutama yang dengan jadwal Mei 2019."

Badan pengawas sepakat bahwa Islamabad telah membuat kemajuan ke arah implementasi rencana aksi - dinegosiasikan antara Pakistan dan anggota FATF - pada Juni tahun lalu tetapi masih mencari "sanksi pembangkangan" dan "penuntutan yang efektif" dalam hubungan ini.

Islamabad, pada pertemuan di Guangzhou, Cina bulan lalu, dilaporkan diminta untuk "berbuat lebih banyak" karena kepatuhannya pada 18 dari 27 indikator - yang ditunjukkan dalam rencana aksi - tidak memuaskan.

Pakistan, dalam beberapa bulan terakhir, telah mengambil beberapa langkah besar sesuai dengan rencana aksi, yang meliputi, tidak ada transaksi mata uang asing tanpa nomor pajak nasional, dan larangan perubahan mata uang hingga $ 500 di pasar mata uang terbuka, tanpa pengajuan nasional salinan kartu identitas.

Selain itu, Islamabad juga telah melarang beberapa kelompok militan dan menyita aset mereka, termasuk Jamat-ud-Dawa'h, dan Jaish-e-Mohammad (JeM).

Kelompok-kelompok ini dipersalahkan atas beberapa serangan teror mematikan, seperti serangan di Mumbai pada tahun 2009 yang menewaskan lebih dari 150 orang.

Baca: Nanti Malam, Seniman Gaek Udin Pelor Beraksi di Taman Budaya Banda Aceh

Keberhasilan Diplomasi Aktif

Pejabat kementerian luar negeri mengatakan bahwa Pakistan terus berhubungan dengan Turki dan negara-negara sahabat lainnya, untuk membantu Islamabad keluar dari daftar abu-abu.

Pakistan telah menghadapi situasi yang sama pada tahun 2011, ketika dimasukkan dalam daftar abu-abu.

Tapi dikeluarkan pada tahun 2015 setelah berhasil mengimplementasikan rencana aksi.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved