Isu Rohingya dan Perang Dagang AS-China Dominasi KTT ASEAN di Thailand

Para pemimpin negara-negara anggota, termasuk Anggota Dewan Myanmar Aung San Suu Kyi dan Presiden Indonesia Joko Widodo diharapkan akan hadir

Isu Rohingya dan Perang Dagang AS-China Dominasi KTT ASEAN di Thailand
SERAMBI/ SENI HENDRI
SEBANYAK 20 warga Rohingya saat dibawa dengan truk ke Kantor Imigrasi Langsa, untuk di data dan diverifikasi identitasnya, Selasa (4/12/2018). 

Isu Rohingya dan Perang Dagang AS-China Dominasi KTT ASEAN di Thailand

SERAMBINEWS.COM - Pemulangan pengungsi Rohingya dan perang perdagangan AS dengan China di Laut Cina Selatan, akan mendominasi KTT dua hari negara-negara Asia Tenggara di Thailand.

KTT ke 34 Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dijadwalkan akan diadakan di Bangkok pada 22 dan 23 Juni.

Para pemimpin negara-negara anggota, termasuk Anggota Dewan Myanmar Aung San Suu Kyi dan Presiden Indonesia Joko Widodo diharapkan akan hadir pada KTT tersebut.

KTT, yang akan diadakan dengan tema "Kemitraan yang Memajukan untuk Keberlanjutan", akan fokus pada pemulangan Muslim Rohingya ke Myanmar, selain merancang strategi bersama untuk menghadapi keamanan cybersecurity, ekstremisme, terorisme, dan perdagangan manusia.

Pada hari Rabu (19/6/2019), Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan menekankan perlunya mempercepat proses perdamaian di Negara Bagian Rakhine Myanmar, pusat dari penumpasan militer besar-besaran terhadap Muslim minoritas Rohingya pada Agustus 2017.

Baca: Andre Rosiade Sebut Saksi KPU dan Kubu 01 Bohong: Kita Menonton Drama Kebohongan yang Luar Biasa

Baca: Ketua Parlemen Georgia Mengundurkan Diri, Didemo karena Kunjungan Anggota Parlemen Komunis Rusia

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017, memunculkan jumlah pengungsi Rohingya di Bangladesh di atas 1,2 juta.

Jakarta menyatakan harapan bahwa negara-negara ASEAN akan mendorong dan membantu Myanmar dalam mempersiapkan rencana pemulangan Rohingya dari Bangladesh.

"Kami berharap bahwa ASEAN [negara-negara anggota] akan mengadopsi atau menyetujui langkah-langkah yang telah diambil," kata Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia AM Fachir.

Dia berharap Myanmar akan menerima hasil penilaian oleh Tim Tanggap dan Tanggap Darurat ASEAN (ERAT) tentang masalah Rohingya, yang ditugaskan untuk menyiapkan penilaian cepat dan mendukung logistik, dan mengoordinasikan masalah yang berkaitan dengan Rohingya.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved