2 Keponakan Mendikbud Jadi Korban Sistem Zonasi, Gagal Masuk Sekolah Negeri Meski Berprestasi

Salah satu hal yang menjadi perhatian setiap orangtua dan calon siswa adalah jalur pendaftaran PPDB yaitu zonasi.

2 Keponakan Mendikbud Jadi Korban Sistem Zonasi, Gagal Masuk Sekolah Negeri Meski Berprestasi
Kompas.com
2 keponakan kembar Mendikbud yang jadi korban sistem Zonasi. 

Laporan wartawan GridHot.ID, Dewi Lusmawati

SERAMBINEWS.COM - Sistem zonasi untuk mendaftar ke sekolah pilihan menjadi salah satu perdebatan saat ini.

Sistem zonasi yang mempertimbangkan jarak rumah ke sekolah sendiri menjadi salah satu syarat yang harus diberikan saat mendaftar sekolah.

Pada 31 Desember 2018 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menandatangi aturan baru tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Aturan baru ini didasarkan pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018.

Permendikbud ini menggantikan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang dinilai tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhan layanan pendidikan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian setiap orangtua dan calon siswa adalah jalur pendaftaran PPDB yaitu zonasi.

Baca: 22 Pasien DBD Dirawat di RSUD Zubir Mahmud Selama Juni 2019

Baca: Bitcoin Tembus Harga 10.000 Dollar Amerika Serikat, Terdorong The Fed dan Facebook

Beberapa tahun lalu, calon siswa berhak memilih mau sekolah di mana.

Caranya mendaftar dan ikut tes di sekolah tersebut.

Lalu aturan berubah berdasarkan nilai UN.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved