22 Pasien DBD Dirawat di RSUD Zubir Mahmud Selama Juni 2019

Dari 22 pasien yang ditangani tersebut, jelas dr Edi, seorang di antaranya berusia di bawah 10 tahun, selebihnya pasien remaja dan dewasa.

22 Pasien DBD Dirawat di RSUD Zubir Mahmud Selama Juni 2019
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Baihaki salah satu warga yang diduga terjangkit DBD saat dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur, Sabtu (21/6/2019). 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Hingga 22 Juni 2019, jumlah pasien yang diduga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD), dr Zubir Mahmud, Aceh Timur sebanyak 22 orang.

"Selama bulan Juni 2019, sebanyak 22 pasien DBD yang dirawat di RSUD Zubir Mahmud," ungkap Direktur RSUD dr Zubir Mahmud dr Edi Gunawan, kepada Serambi, Minggu (23/6/2019).

Dari 22 pasien yang ditangani tersebut, jelas dr Edi, seorang di antaranya berusia di bawah 10 tahun, selebihnya pasien remaja dan dewasa.

"Semua pasien yang positif DBD ini ditangani secara prosedur yang berlaku. Namun yang paling penting adalah asupan cairan tubuh harus terjamin, baik melalui infus maupun melalui makanan dan minuman," jelas Edi.

Selain itu, jelas dr Edi pasien yang positif DBD harus dijaga jangan sampai tergigit nyamuk Aedes Aegypti, agar tidak menularkan ke pasien lain, atau keluarga pasien, bahkan petugas medis dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Selain itu, jika si pasien mengalami trombosit sangat menurun dan disertai tanda-tanda pendarahan di dalam tubuh, biasanya pasien ditangani dengan pemberian transfusi darah.

Baca: Terkunci Saat Kebakaran, Mandor yang Menggembok Pintu Pabrik Korek Gas Ikut Tewas Terbakar

Baca: Viral Kecelakaan di Bali, Yamaha XMAX Hancur Berantakan vs Honda Supra Hanya Lepas Sayap

Baca: Jadwal MotoGP Belanda 2019 dan Klasemen GP Sementara, Marc Marquez Masih Kokoh di Puncak

"Bisa darah lengkap atau whole blood, atau sel darah merah (packed red cells), atau ditransfusi dengan sel-sel trombosit atau platelet," jelas mantan direktur RSUD Sulthan Abdul Aziz Syah tersebut.

Sementara itu, orang tua pasien DBD yang dirawat di RSUD Zubir Mahmud, saat ditemui Serambi meminta Pemkab Aceh Timur, melalui dinas terkait agar melakukan pencegahan agar virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut tidak terus mewabah.

"Kami mohon perhatian dan ada tindak lanjut dari Pemkab Aceh Timur, seperti melakukan fogging. Jika penanganan terlambat, maka banyak korban yang akan muncul," pinta orang tua sekaligus PNS Aceh Timur yang enggan namanya disebutkan.

Bahkan salah satu keluarga dari
Gampong Seuneubok Teungoh, Kecamatan Idi Rayeuk, ketiga anaknya terjangkit gejala DBD.

Baihaki seorang pasien yang ditemui Serambi saat dirawat di RSUD Zubir Mahmud, mengatakan sebelum dirinya terjangkit DBD lebih dulu tetangganya yang terjangkit DBD di Gampong Lhok Asahan, Kecamatan Idi Timur.

Lhok Asahan bertetangga dengan Seunebok Teungoh, sehingga sebagian warga Seunebok Teungoh, dan gampong lainnya juga terjangkit DBD.

"Gejala awalnya saya merasakan demam tinggi, pusing, mual, dan muntah-muntah," ungkap Baihaki.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved