Bitcoin Tembus Harga 10.000 Dollar Amerika Serikat, Terdorong The Fed dan Facebook

Sebab, dengan dorongannya, bitcoin tembus mendekati harga 10.000 dollar AS per 1 BTC untuk pertama kalinya sejak Maret 2018.

Bitcoin Tembus Harga 10.000 Dollar Amerika Serikat, Terdorong The Fed dan Facebook
thesun.co.uk
Bitcoin 

SERAMBINEWS.COM - Bagi investor bitcoin, nampaknya Anda harus berterima kasih kepada The Fed dan Facebook.

Sebab, dengan dorongannya, bitcoin tembus mendekati harga 10.000 dollar AS per 1 BTC untuk pertama kalinya sejak Maret 2018.

Meningkatnya kemungkinan pemangkasan suku bunga yang akan dilakukan The Fed pada bulan Juli mendatang telah mendorong nilai tukar dollar AS lebih rendah.

Rendahnya dollar AS merupakan hal positif untuk bitcoin dan emas, yang dipandang sebagai mata uang alternatif yang harus reli ketika bank sentral mengambil tindakan untuk memangkas suku bunga.

Pekan ini, baik Gubernur The Fed Jerome Powell dan Gubernur Bank of England Mark Carney pun mengindikasikan bank sentral akan melihat bitcoin dan cryptocurrency lainnya dengan pikiran terbuka.

Pernyataan tersebut bisa berarti regulasi lebih lanjut, yang kemungkinan akan menyebabkan berkurangnya volatilitas untuk bitcoin dan lebih banyak legitimasi di pasar keuangan global.

Selain The Fed, tembusnya bitcoin ke angka fantastis tersebut juga didorong oleh Facebook, sebuah situs jejaring sosial yang baru-baru ini meluncurkan mata uang kripto, Libra.

Pengenalan Facebook tentang Libra kepada masyarakat telah dipandang sebagai sesuatu yang dapat membawa mata uang kripto keluar dari bayang-bayang dan dikenal orang banyak.

Dari situ, mungkin akan banyak orang yang menggunakan mata uang kripto sebagai metode pembayaran yang sebenarnya, alih-alih menganggapnya sebagai peluang perdagangan jangka pendek yang membuat investor cepat kaya.

"Libra akan mengekspos 2 miliar pengguna Facebook ke mata uang kriptonya. Karena jaringannya yang besar dengan lebih dari 2 miliar pengguna, produk-produk yang diluncurkan Facebook mampu menjangkau jaringan yang luas," kata Jasper Lawler, kepala penelitian London Capital Group dikutip dari CNN, Minggu (23/6/2019).

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved