Drone Milik Amerika Serikat Hancur Ditembak Jatuh Iran, Donald Trump Perintahkan Serangan Siber

residen Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan memerintahkan serangan siber setelah drone mereka ditembak jatuh oleh Iran.

Drone Milik Amerika Serikat Hancur Ditembak Jatuh Iran, Donald Trump Perintahkan Serangan Siber
Reuters TV/IRINN
Inilah penampakan serpihan drone RQ-4A Global Hawk milik Amerika Serikat yang diklaim ditembak jatuh oleh Iran dalam tayangan bertanggal 21 juni 2019 di sebuah lokasi yang dirahasiakan. (Reuters TV/IRINN) 

Sanksi itu menyebabkan kekurangan bahan dan produk impor yang dibuat dengan bahan mentah dari luar negeri. Antara lain yang terdampak adalah popol bayi.

Selain itu, jatuhnya mata uang rial juga membuat biaya pada bahan pokok yang diproduksi secara lokal seperti daging dan telur melambung tinggi.

Trump melanjutkan, kini terserah para pemimpin Iran bagaimana menangani krisis itu.

"Jika Iran berperilaku buruk, maka hari mereka juga bakal buruk," katanya.

Namun dia berharap Teheran bisa pintar memanfaatkan situasi dan peduli dengan rakyat sehingga mereka bisa kembali ke jalur ekonomi yang benar, dan menjadi negara kaya.

Teheran memperingatkan Amerika

Teheran memperingatkan kepada Amerika Serikat agar tidak melancarkan agresi terhadap Iran karena setiap serangan ke negara republik Islam itu bakal membawa konsekuensi serius bagi kepentingan AS di kawasan Teluk.

"(Meski hanya) menembakkan satu peluru ke Iran akan membawa dampak besar terhadap kepentingan Amerika dan juga sekutu-sekutunya di kawasan itu," ujar juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Abolfazl Shekarchi, kepada kantor berita Tasnim, Sabtu (22/6/2019).

"Republik Islam tidak pernah dan tidak akan pernah memulai peperangan."

"Namun jika musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, hal itu akan menghadapi reaksi revolusioner terbesar dari Iran di Asia Tengah dan Barat, dan mereka tidak akan bertahan dalam pertempuran," tambahnya.

"Apabila musuh menembakkan sebuah peluru ke arah kami, kami akan menembakkan sepuluh peluru kembali," kata Shekarchi, dikutip Reuters.

Shekarchi mengatakan, jika Iran diserang, maka pihak lawan akan menerima tanggapan yang tidak dapat diperbaiki dan membuat lawan menyesal.

"Amerika dan rekan-rekannya tidak mampu berperang melawan Iran. Amerika tidak memiliki kemampuan untuk menggulingkan rezim Republik Islam. Karena jika mampu, mereka pasti sudah akan melakukannya."

Sebelumnya, pada Kamis (20/6/2019), sebuah drone pengintai milik AS telah ditembak jatuh oleh Iran.

Teheran menyatakan pesawat tak berawak itu telah memasuki wilayah udaranya tanpa izin dan menjadi alasan Iran menembak jatuh pesawat itu.

Namun tuduhan itu dibantah AS yang bersikeras bahwa drone pengintai miliknya tengah terbang di wilayah udara internasional.

Presiden AS Donald Trump mengaku telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran karena menilai jumlah korban yang ditimbulkan tidak sebanding dengan sebuah drone yang ditembak jatuh.

Sementara Iran menegaskan pihaknya bakal terus mempertahankan wilayah perbatasannya dan menyebut penembakan drone AS sebagai bentuk peringatan.

"Terlepas dari keputusan apa pun yang mereka (pejabat AS) buat, kami tidak akan membiarkan perbatasan Iran dilanggar."

"Iran akan dengan tegas menghadapi segala bentuk agresi maupun ancaman dari Amerika," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, Sabtu (22/6/2019).

Baca: Penumpang Wanita Berulah, Inggris Kirim 2 Jet Tempur Typhoon Kawal Pesawat Jet2

Baca: 2 Keponakan Mendikbud Jadi Korban Sistem Zonasi, Gagal Masuk Sekolah Negeri Meski Berprestasi

Baca: 22 Pasien DBD Dirawat di RSUD Zubir Mahmud Selama Juni 2019

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Drone AS Ditembak Jatuh Iran, Trump Perintahkan Serangan Siber"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved