Wali Kota Subulussalam Batalkan 7 SK Mutasi ASN Era Pemerintahan Sakti

Instruksi Kemendagri soal pembatalan SK mutasi 309 ASN di Kota Subulussalam akhirnya ditindaklanjuti Wali Kota Affan Alfian Bintang.

Wali Kota Subulussalam Batalkan 7 SK Mutasi ASN Era Pemerintahan Sakti
Serambinews.com
Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM -  Instruksi Kemendagri soal pembatalan SK mutasi 309 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Subulussalam akhirnya ditindaklanjuti Wali Kota Affan Alfian Bintang, meski masalah ini terjadi bukan di pemerintahannya.

"Ini perintah Mendagri, jadi kami harus mengikuti. Jika tidak dijalankan, kami dianggap sama saja dengan pemerintahan yang lalu, yang  mengabaikan instruksi Mendagri," ujar Affan Bintang, Minggu (23/62019).

Sebagaimana pernah diberitakan, Kemendagri mengirimkan surat Nomor 800/9674/OTDA tanggal 11 Desember 2018 yang ditujukan kepada Plt Gubernur Aceh dan diteruskan ke Wali Kota Subulussalam terkait kisruh mutasi ratusan ASN di sana.

Dalam surat tersebut, Mendagri memerintahkan Merah Sakti yang kala itu masih menjabat Wali Kota Subulussalam, untuk membatalkan 7 SK mutasi.

Namun, hingga berakhirnya jabatan Merah Sakti sebagai Walkot Subulussalam pada 5 Mei lalu, surat Mendagri itu tidak ditindaklanjuti.

Kini, di era Wali Kota Subulussalam yang baru, H Affan Alfian memberikan sinyal akan mencabut 7 surat keputusan mutasi yang dilakukan wali kota sebelumnya.

Menurutnya, pembatalan ketujuh SK mutasi ini merupakan perintah Mendagri yang harus dituruti.

Ketujuh SK yang diterbitkan pada 2017-2018 itu, sedikitnya ada 309 ASN yang dimutasi oleh Merah Sakti, sebelum pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 lalu.

Padahal, sesuai pasal 71 ayat (2) Undang-Undang nomor 10 Tahun 2016,  menegaskan bahwa  gubernur, bupati dan wali kota dilarang melakukan pergantian pejabat dalam waktu enam bulan sebelum penetapan  pasangan calon, sampai akhir masa jabatan. Kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Mendagri.

Affan Bintang menjelaskan, pembatalan SK ini akan mulai berlaku Senin (24/6/2019).

Semua ASN yang jumlahnya mencapai 309 orang korban mutasi sebelumnya, akan dikembalikan. Termasuk jabatan fungsional seperti guru.(*)

Baca: Terekam Video, Seorang Pemuda Bertengkar dan Nyaris Berduel dengan Polantas karena tak Mau Ditilang

Baca: Perahu Terbalik Diterjang Angin, Nelayan Syiah Kuala Meninggal 

Baca: Empat Petinju Aceh Jalani Seleksi di Jakarta Untuk Ikut Olimpiade Militer Tingkat Dunia di China

Penulis: Khalidin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved