Warga Sipil dan Oknum Polisi Masih Diamankan

Empat dari lima orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus dugaan pungutan liar

Warga Sipil dan Oknum Polisi Masih Diamankan
Serambinews.com
Pertemuan di DPRK terkait dana desa sejumlah gampong dari Woyla Barat 

* Kasus OTT di Aceh Barat

MEULABOH - Empat dari lima orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) tekait dana desa di Hotel Meuligoe, Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (19/6) sore, hingga kemarin masih diamankan. Selain itu, status keempat orang tersebut juga belum ditentukan karena masih menunggu pelaksanaan gelar perkara terlebih dulu.

Keempat orang yang masih diamankan di Polres Aceh Barat adalah Indra Jaya Kesuma (37) dan Tri Arya Bakti (26), keduanya disebut-sebut merupakan pengurus LSM Siap, Sumatera Utara, serta Sutiman (39) dan Dedek Hendro (35), keduanya warga Desa Alue Kintang yang juga oknum anggota Polres Aceh Tengah. Sementara seorang lainnya yaitu Sukri, kaur di Desa Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, sudah dilepas.

Sementara Polres Aceh Barat, sampai Sabtu (22/6) sore belum juga memberi keterangan resmi terkait kasus tersebut. Namun, informasi yang berkembang, dalam beberapa hari ke depan polisi akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan perkembangan kasus itu. Informasi terbaru yang diperoleh Serambi, kemarin, tim penyidik Satreskrim Polres Aceh Barat menggelar perkara kasus tersebut di Mapolda Aceh. Namun belum diketahui hasilnya.

Informasi lain, pimpinan LSM Siap, Fitri, wanita asal Sumatera Utara sudah diperiksa oleh penyidik Polres Aceh Barat. Wanita yang berprofesi sebagai anggota polisi wanita (polwan) di Sumatera Utara itu dicecar pertanyaan terkait LSM Siap dan kegiatan mereka di Aceh Barat dalam rangka memberi bimbingan teknis (bimtek) kepada aparatur desa dengan mengumpulkan dana Rp 20 juta per gampong.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat menangkap lima orang dalam kasus OTT terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat pungli terkait dana desa di kabupaten itu pada Rabu (19/6). Dalam OTT tersebut, polisi mengamankan uang Rp 900 juta lebih dari Rp 1,7 miliar yang sudah disetor aparatur desa ke LSM Siap yang standby di Hotel Meuligoe, Meulaboh, Aceh Barat.

Uang diantar langsung oleh masing-masing aparatur desa kepada LSM Siap dengan dalih akan ada bimbingan teknis (bimtek) yang rencananya berlangsung di Batam. Informasi lain menyebutkan, pengumpulan dana tersebut merupakan tahap kedua setelah sebelumnya dilakukan pada Mei 2019.

Sumber lain menyebutkan, sejumlah keuchik di Aceh Barat menyatakan, mereka sudah dan akan mengantar uang tunai ke LSM Siap. Hal itu tertuang dalam edaran para camat di kabupaten itu. Ada camat yang menyampaikan edaran dimaksud melalui pesan WhatsApp (WA) dan ada juga yang melalui surat resmi ke keuchik. “Sejumlah keuchik sudah menyerahkan uang itu dan sebagian lainnya belum. Kami serahkan uang itu karena ada edaran dari camat melalui pesan WA untuk menyetor uang Rp 20 juta per desa ke LSM Siap,” ujar seorang keuchik yang tak mau dituliskan namanya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved