Ini Tanggapan AB2TI Aceh Utara Terkait Larangan Penyebaran Benih IF8

Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Aceh Utara Tgk Munirwan memberikan penjelasan terkait benih IF8 yang kini sudah beredar

Ini Tanggapan AB2TI Aceh Utara Terkait Larangan Penyebaran Benih IF8
For Serambinews.com
ILUSTRASI -- Warga Desa Keurisek, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara memanen padi yang menggunakan pupuk kandang dan nutrisi ground-E. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Aceh Utara Tgk Munirwan memberikan penjelasan terkait benih IF8 yang kini sudah beredar luas di Aceh Utara dan tujuh kabupaten lain.

Tapi kini sudah mendapat larangan dari Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara.

"Benih tersebut diperoleh pihaknya dari Bantuan Pemerintah Aceh yang diserahkan pada 2017 oleh Gubernur Aceh saat itu Irwandi Yusuf. Lalu benih tersebut dikembangkan, dan ternyatanya hasilnya sangat baik. Per hektare mencapai 11,8 ton. Sedangkan benih biasa hanya 7-8 ton perhektarenya," ujar Tgk Munirwan kepada Serambinews.com.

Disebutkan, karena hasilnya sangat baik, kemudian pihaknya menetapkan benih IF8 tersebut menjadi produk unggulan kawasan desa (prukades) lewat usaha Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

Sehingga, pihaknya saat itu terpilih mampu meraih juara dua nasional desa terbaik, sehingga semua desa di Aceh Utara tertarik untuk ujicoba benih tersebut.

Baca: Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Larang Penyebaran Benih Padi IF8, Ini Alasannya

Baca: Percepat Tanam Padi Gadu, Babinsa Bantu Petani Bajak Sawah

Baca: Panen Padi Abdya Tak Serentak

“Pada saat panen perdana 17 April 2018, semua kepala dinas hadir di Aceh Utara termasuk dari Aceh. Mereka yang menyatakan hasilnya 11,8 ton per hektare,” ujar Tgk Munirwan.

Selain itu Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib saat ada kegiatan bursa inovasi desa juga meminta supaya keuchik menggunakan benih tersebut.

“Persoalan sekarang adalah ada orang yang membuat benih tersebut yang disertai dengan kemasan dan bertuliskan AB2TI. Padahal benih tersebut bukan berasal dari kami. Sedangkan kami sah jika memproduksi benih tersebut, meskipun belum ada sertifikat,” katanya.

JIka ingin ditertibkan, pihaknya juga siap menertibkan benih IF8 yang bukan berasal dari pihaknya. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved