Luar Negeri

'Manusia Pohon' dari Bangladesh Ini Ingin Tangannya Dipotong, Ibunya Juga Mendukung

Seorang pria di Bangladesh yang dijuluki " Manusia Pohon" menginginkan supaya tangannya diamputasi agar dia bisa terbebas dari rasa sakit

'Manusia Pohon' dari Bangladesh Ini Ingin Tangannya Dipotong, Ibunya Juga Mendukung
(AFP via Straits Times)
Abul Bajandar menunjukkan tangannya yang ditumbuhi seperti kulit kayu. Dia menderita sindrom langka yang disebut Sindrom Manusia Pohon. 

Kondisi Bajandar terjadi karena dia menderita pidermodysplasia verruciformis.

Sebuah kondisi genetik langka yang lazim disebut sebagai "sindrom manusia pohon".

Baca: Jadwal Semula Jumat 28 Juni 2019, MK Percepat Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres Pada Kamis 27 Juni

Bajandar mengaku ingin ke luar negeri supaya bisa mendapat perawatan yang lebih baik.

Namun, dia tidak mempunyai cukup uang untuk membayar biaya pengobatannya.

Kepala Bedah Plastik Rumah Sakit Universitas Dhaka Samanta Lal Sen berkata, tujuh dokter bakal mendiskusikan penyakit Bajandar Selasa besok (25/6/2019).

Menurut Samanta, Bajandar sudah memberikan pendapat pribadinya.

Baca: Cerita Pegawai Kena PHK Akibat Gerai Ritel Giant Tutup 6 Tokonya di Jabodetabek 

"Namun kami sebagai dokter bakal melakukan segala cara yang terbaik," janjinya.

Sementara Perdana Menteri Sheikh Hasina menerangkan biaya pengobatan Bajandar bakal digratiskan setelah kisahnya menjadi perbincangan nasional dan iternasional.

Bajandar tinggal di bangsal pribadi rumah sakit selama hampir dua tahun untuk fase pertama pengobatannya.

Kurang dari setengah lusinan orang di dunia diyakini menderita sindrom yang sama.

Baca: Satu Tahanan Kabur dari Rutan Lhoksukon Menyerahkan Diri, Ini Jumlah yang belum Tertangkap

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved