Polisi Sebar Foto Napi Kabur

Aparat Polres Aceh Utara menyebar foto narapidana dan tahanan Cabang Rumah Tahanan Negara

Polisi Sebar Foto Napi Kabur
FOR SERAMBINEWS.COM
Abdul Hamid (kiri) napi Cabang Rutan Lhoksukon yang kabur pada Minggu (16/6/2019) sore, kemudian pada Selasa (18/6/2019) malam diantar keluarga untuk menyerahkan diri. 

LHOKSUKON – Aparat Polres Aceh Utara menyebar foto narapidana dan tahanan Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon ke jajarannya, serta Polda Aceh untuk memudahkan menangkap mereka. Karena, hingga kemarin, masih ada 40 napi dan tahanan yang belum berhasil ditangkap dari 73 yang kabur.

“Foto yang dilengkapi identitas para napi dan tahanan sudah kita sebarkan ke semua polsek di jajaran Polres Aceh Utara. Selain itu, juga kita sebarkan ke seluruh Polres di Aceh,” ungkap Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, kemarin.

Disebutkan, tujuah disebarkan foto dan identitas mereka, agar memudahkan menangkap mereka bila berkeliaran di kabupaten/kota di Aceh, sehingga ruang gerak napi dan tahanan tersebut semakin sempit. Untuk itu, lebih baik mereka menyerahkan diri sebelum ditangkap oleh petugas.

Selain itu, kata Kasat Reskrim, polisi dan sipir juga masih terus mencari keberadaan mereka. “Jadi, pencarian terhadap mereka belum berhenti. Kita masih terus lakukan sampai mereka tertangkap semua,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Iptu Rezki menambahkan, pihaknya juga sedang mendalami kasus perusakan fasilitas Rutan Lhoksukon. Menurutnya, hingga kemarin pihaknya sudah memeriksa sebanyak 35 saksi untuk proses penyelidikan. Mereka adalah napi dan tahanan yang sudah berhasil ditangkap, dan petugas yang berjaga pada saat mereka kabur. Namun, hingga kini, polisi belum bisa menetapkan tersangka, karena perlu pemeriksaan saksi lagi.

“Senin besok (hari ini, red), kita akan periksa beberapa petugas lagi yang berada di Rutan Lhoksukon. Nantinya kita akan menetapkan tersangka,” kata Ksat Reskrim.

Penyidik saat ini juga sedang mendalami siapa saja napi yang terlibat dalam perusakan fasilitas rutan tersebut. Sedangkan untuk pelaku utama yang diduga membobol Rutan tersebut kini masih diamankan.

Pelaku diduga Syafrijal (42), napi asal Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, yang terlibat dalam kasus pembunuhan M Amin (73) Peutuha Peut Dusun Alue Mudek, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Pria bertato tersebut divonis seumur hidup dalam kasus tersebut.

Kepala Cabang Rutan Lhoksukon, Yusnal kepada Serambi menyebutkan, dirinya saat ini sedang melakukan pendekatan ke keluarga. Di mana, bagi mereka yang sudah kabur dapat dibawa keluarga ke rutan kembali untuk menjalani hukuman bagi napi, dan proses hukum bagi tahanan. “Belum ada tambahan, masih 40 orang yang belum tertangkap. Kita sedang pendekatan ke keluarga,” ujar Yusnal.

Ditambahkan, untuk pencarian juga masih terus dilakukan dan foto mereka juga disebar polisi. Hanya saja, Yusnal mengaku, tidak ingat berapa jumlah napi dan tahanan yang belum tertangkap. “Saya tidak ingat jumlahnya, ini masih di lapangan,” pungkasnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved