25 Teungku dan Santri Dayah di Aceh Ikut Pelatihan Jurnalistik

Pelatihan tentang ilmu menulis dan publikasi di media ini, dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Azhari SAg MSi, Selasa (25/6/2019).

25 Teungku dan Santri Dayah di Aceh Ikut Pelatihan Jurnalistik
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
25 teungku dan santri dari dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar, mengikuti pelatihan jurnalistik di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Selasa (25/6/2019). 

25 Teungku dan Santri Dayah di Aceh Ikut Pembekalan Cara Menulis dan Jurnalistik

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 25 teungku dan santri dari sejumlah dayah (pesantren) di Banda Aceh dan Aceh Besar, mengikuti pelatihan jurnalistik di Hotel Hanifi, Banda Aceh.

Pelatihan tentang ilmu menulis dan publikasi di media ini, dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Azhari S.Ag MSi, Selasa (25/6/2019).

Pelatihan yang mengangkat tema “Membangun Peradaban Literasi Dayah Menuju Banda Aceh Gemilang” berlangsung selama 3 hari, mulai Selasa (25/6/2019) atau sampai Kamis (27/6/2019).

Panitia penyelenggara, Drs Muhammad Nas MA dalam laporannya mengatakan, pelatihan jurnalistik bagi santri dayah bertujuan untuk memberikan motivasi dan wawasan keilmuan bidang jurnalistik bagi santri dan teungku dayah.

“Dengan pelatihan ini, kita juga mendorong para santri berpikir kritis, kreatif, dan mandiri, serta menghasilkan generasi jurnalis yang selalu mengedepankan profesionalisme kebenaran,” kata Muhammad Nas.

Baca: Wartawan dan Polisi Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik

Baca: Kisah Salamiah, Tukang Sapu Masjid Bujang Salim Hidupi Keluarga dan Sembuhkan Dua Anaknya yang Sakit

Dikatakan, program ini berawal dari usulan Pemerintah Kota Banda Aceh, dalam hal ini Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, dari sumber anggaran dana bagi hasil minyak dan gas (migas) Aceh, Bagian Pemerintah Kota Banda Aceh.

Untuk membekali peserta, panitia mengundang para pemateri antara lain, Zainal Arifin M Nur; Wartawan Harian Serambi Indonesia, dengan materi belajar menulis berita dan publikasi media pers.

Kemudian, Zulkarnaini Masry; wartawan Harian Kompas, dengan materi teknik menulis features dan menemukan ide menarik.

Arif Ramdan MA, dengan materi teknis menulis artikel dan opini.

Muhammad Syarif, SHI MH; pegiat media sosial dan media pers, dengan materi urgensi “sidara” sebagai penguatan lembaga pendidikan dayah dalam Kota Banda Aceh.

“Proses pelatihan diawali dengan penyampaian materi, diskusi, dan dilanjutkan dengan praktek,” kata Muhammad Nas.

Pada hari terakhir, peserta akan dibawa berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang Pagar Air, untuk mengikuti materi sekaligus melihat langsung proses kerja keredaksian di media terbesar di Aceh ini.

“Untuk materi ini, peserta akan dibimbing oleh News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali,” demikian Muhammad Nas yang menjabat sebagai Kasi Bimbingan dan Pengasuhan pada Bidang Pemberdayaan Santri Dinas Pendidikan Dayah Aceh.(*)

Baca: Meski Diharamkan, Gamers di Banda Aceh Tetap Buka dan Mainkan PUBG, Ini Alasan dan Harapan Mereka

Baca: Satu Keluarga Asal Jambi Masuk Islam di Aceh Selatan

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved