Ada Camat Dampingi Keuchik Serahkan Uang

Kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Aceh Barat terhadap lima orang di kabupaten itu

Ada Camat Dampingi Keuchik Serahkan Uang
IST
WARGA menyegel kantor keuchik Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat saat melancarkan aksi protes terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa 

* Lanjutan Kasus OTT di Meulaboh

MEULABOH - Kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Aceh Barat terhadap lima orang di kabupaten itu yang diduga terlibat pungutan liar (pungli) dana desa, hingga Senin (24/6) kemarin belum juga dirilis ke publik siapa saja yang terlibat. Namun, berkembang informasi bahwa ada camat di kabupaten itu yang malah ikut mendampingi keuchik saat menyerahkan Rp 20 juta uang desa kepada pihak LSM Siap yang dipimpin seorang polisi wanita (polwan) asal Medan.

Informasi terbaru yang diperoleh Serambi kemarin, penyerahan uang Rp 20 juta/desa oleh aparat desa dilaporkan sudah mencapai sekitar 170 dari 320 desa di Aceh Barat. Dana yang sudah terkumpul Rp 1,7 miliar yang dilakukan dua gelombang, yakni pada Mei lalu dan bulan Juni ini. Dari jumlah itu, sekitar Rp 900 juta lebih kini diamankan Polres dalam OTT pada Rabu pekan lalu di Hotel Meuligoe Meulaboh.

Pihak Polres Aceh Barat masih belum memberikan keterangan resmi ke media. Namun, sumber Serambi menjelaskan, setelah kasus penyelidikan tuntas akan dibeberkan kasus itu ke awak media. Ada informasi terbaru kemarin bahwa penyidik Polres memeriksa lanjutan terhadap pimpinan LSM Siap, Fitri, anggota polisi wanita (polwan) di Sumatera Utara (Sumut). Pemeriksaannya dilakukan di Medan.

Kabar tentang ada camat yang ikut mendampingi keuchik saat menyerahkan uang ke LSM Siap diperoleh dari sumber sejumlah keuchik. Aparatur desa itu menyerahkan uang atas edaran camat di kecamatan masing-masing. Ada camat yang hanya menyampaikan melalui pesan WhatsApp (WA), tapi ada juga melalui surat resmi. “Kami minta didampingi karena kami tidak kenal pihak LSM itu. Maka kami minta camat mendampingi kami,” ujar seorang keuchik di Aceh Barat.

Oknum polisi dijemput
Sementara itu, lima orang yang ditangkap Polres Aceh Barat dalam kasus OTT dugaan pungli dana desa, status mereka belum ditentukan hingga kemarin. Sejauh ini masih sebatas diamankan. Namun, dua oknum polisi dari Polres Aceh Tengah, yakni Sutiman (39) dan Dedek Hendro (35) sudah dijemput oleh Provos Polres Aceh Tengah dari Polres Aceh Barat pada Sabtu sore lalu.

Penjemputan untuk dilakukan proses pemeriksaan internal (kode etik) di sana mengingat karena yang bersangkutan tugas di Polres Aceh Tengah. Sedang proses hukum di Polres Aceh Barat terkait kasus OTT masih menunggu perkembangan penyelidikan. Sedangkan dua lainnya, yakni Indra Jaya Kesuma (37) dan Tri Arya Bakti (26), disebut-sebut sebagai pengurus LSM Siap, Sumut, masih diamankan di polres setempat.

Seperti diberitakan terdahulu, Polres Aceh Barat menangkap lima orang dalam kasus OTT dugaan terlibat pungli dana desa di kabupaten itu pada Rabu (20/6) lalu. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan uang Rp 900 juta lebih dari Rp 1,7 miliar yang sudah disetor aparatur desa ke LSM Siap yang standby di Hotel Meuligoe, Meulaboh.

Uang tersebut diantar langsung oleh masing-masing aparatur desa kepada LSM Siap dengan dalih akan ada bimbingan teknis (bimtek) yang rencananya berlangsung di Batam, Kepulauan Riau. Informasi lain menyebutkan, pengumpulan dana itu merupakan tahap kedua setelah berhasil digalang pada Mei lalu. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved