Anggota DPRA Sorot Plt Gubernur

Anggota DPRA, Bardan Sahidi mengaku kecewa seraya sedih dengan serapan anggaran Aceh tahun 2018

Anggota DPRA Sorot Plt Gubernur
SERAMBINEWS.COM
BARDAN SAHIDI, Anggota DPRA 

* Serapan Anggaran tak Maksimal

BANDA ACEH - Anggota DPRA, Bardan Sahidi mengaku kecewa seraya sedih dengan serapan anggaran Aceh tahun 2018. Serapan anggaran tahun 2018 tidak maksimal sehingga terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 1.652.595.332.255.

“Kondisi ini menunjukkan betapa lemahnya kinerja keuangan pemerintahan Aceh. Terhitung sejak lima tahun terakhir APBA selalu saja tersisa alias silpa,” katanya kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (24/6) menanggapi tingginya Silpa Aceh tahun 2018.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan bahwa Provinsi DKI Jakarta dan Aceh memiliki silpa melebihi Rp 2,3 triliun tahun 2018. Dia mengatakan, tingginya silpa berarti penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) rendah.

Dari data laporan hasil evaluasi pelaksanaan APBD Tahun 2018 yang dirilis pemerintah, Aceh menempatkan posisi ketiga tertinggi silpa, yaitu Rp 1,6 miliar. Di peringkat pertama dan kedua DKI Jakarta Rp 12.171.689.204.491 dan Provinsi Jawa Barat Rp 2.250.000.000.000.

Menurut Tjahjo, kemungkinan hal itu terjadi karena disebabkan sejumlah faktor, di antaranya program berjalan tidak efektif karena waktu, kondisi daerah, dan koordinasi sehingga penyerapan anggaran belum optimal walau penganggaran dan perencanaannya sudah bagus.

Menanggapi hal itu, Bardan menyatakan faktor tingginya silpa tahun lalu ada pada Plt Gubernur dan Plt Sekda Aceh selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) pada sistem pengendalian internal. “Plt Gubernur Nova Iriansyah hanya sibuk pada acara seremonial. Maaf saja, amatan kami Plt Gubernur baru sebatas melaksanakan rutinitas pelaksana tugas pada tataran pukul gong, gunting pita menghadiri seminar, membuka acara, dan kasih sambutan,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurut Bardan, angka Rp 1,6 miliar tersebut tidak sedikit, melainkan angka yang fantastis. Anehnya pada kesempatan lain, pemerintah selalu berwacana dengan berbagai usulan baru, seperti ingin membangun terowongan Geurutee, jalan tol, dan kereta api.

Sementara itu, pada tataran pelaksanaan kegiatan yang telah ada biayanya tidak terlaksana dengan baik. “Sekarang bulan Juni, sudah satu semester perjalanan APBA 2019 belum lagi ada pelaksanaan kegiatan pembangunan yang tampak,” ungkap pria asal Gayo ini menyorot kondisi terkini.

Evaluasi segera
Sebagai mitra pemerintah, Bardan mengatakan DPRA berhak mengingatkan eksekutif agar kondisi serupa tak terulang lagi ke depan. Dia berharap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bisa segera melakukan evaluasi pelaksanaan program pemerintah Aceh pada sektor publik.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved