Dewan Panggil Kadisdik Pidie

Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial MAP bersama anggotanya melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan

Dewan Panggil Kadisdik Pidie
IST
Pertemuan Komisi E Bidang Pendidikan DPRK Pidie dengan Kepala Dinas Pendidikan Pidie dan para Kabid serta sekretaris di gedung DPRK Pidie, Senin (24/6)

SIGLI - Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial MAP bersama anggotanya melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Pidie, H Idhami SSos MSi di gedung DPRK Pidie, Senin (25/6).

Pertemuan itu berawal dari pemanggilan dewan terhadap Dinas Pendidikan atas belum membaiknya mutu pendidikan, termasuk zonasi sekolah. “Kita harap ada realisasi peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Khairil. Menurut Khairil, ada tiga agenda pembahasan terkait pemanggilan Kadisdik Pidie, yakni ola penerapan zonasi pada pendaftar peserta didik baru (PPDB).

“Di sini ada sekolah unggul. Bagaimana kesiapan sekolah, apakah merata jumlah siswa. Jangan sampai ada sekolah tidak ada murid,” ujarnya.

Poin kedua, Komisi E mempertanyakan perolehan nilai dasar Ujian Nasional (UN) tingkat SMP. “Secara umum perankingan Pidie memperoleh angka cukup rendah, nomor ke 22 dari 23 kabupaten,” kataya.

Secara umum rendah meskipun Pidie tertutupi dengan SMPs YPPU Sigli memperoleh nilai UN tertinggi ke tiga se Aceh. “Namun jika dilihat secara umum masih rendah. Kalau hitungan per orangan tertutupi dengan SMP YPPU,” tukas Khairil.

Selanjutnya, poin ketiga dibahas soal operator sekolah yang hanya bergaji Rp 200.000/bulan dengan SK Kepala Sekolah. “Operator sekolah pemegang rahasia negara data BOS, data Dapodik, seharusnya gaji dinaikkan dan SK supaya ditinjau, apakah dikontrakkan,” tutur Khairil.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Pidie, H Idhami SSos MSi mengak akan berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan menggelar kelas inti. Untuk sisten zonasi belum diberlakukan. “Zonasi ini diberlakukan bertahap sambil menunggu evaluasi draf perbup di provinsi,” ujar Idhami didampingi Sekretaris, Drs Ridwandi.

Idhami mengaku, ranking UN SMP tahun ini meningkat 1,25 persen, karena baru tahun ini UNBK menggunakan komputer. Tahun lalu, 16 SMP masih menumpang, sehingga ada hambatan bagaimana siswa menggunakan komputer, Kadang mouse saja belum tahu dimana.

“Kami telah mengusulkan anggaran untuk penambahan belajar kelas inti. Siswa akan dikarantina untuk dibimbing pelajaran di UNBK,” katanya. Sedangkan terkait operator sekolah pihaknya siap mengusulkan tambahan gaji dan status kerja.

“Ya bisa kita perjuangkan untuk peningkatan operator sekolah. Sebenarnya sekira 15 persen dana BOS bisa digunakan untuk honorer dan operator. Dapat ditingkatkan kami Disdik siap membantu total operator 470 orang yakni SD 277 orang, SMP 62 orang dan TK 168 orang,” demikian Kadisdik Pidie, Idhami. (aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved