Diduga Alami Gangguan Jiwa, Tarmizi Mengamuk Hingga Rebut Pistol Kapolsek

Abidah (66) melapor ke Mapolsek Idi Tunong terkait kejadian itu, dan meminta bantuan mengamankan anaknya yang diduga alami gangguan jiwa.

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Tarmizi Mengamuk Hingga Rebut Pistol Kapolsek
Dok: Polsek Idi Tunong
Warga melihat rumah yang dirusak Tarmizi di Gampong Seuneubok Buloh, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Selasa (25/6/20019). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Zainan Usman (70) dianiaya oleh anaknya bernama Tarmizi (25) yang diduga gangguan jiwa, pada Minggu (23/6/2019) lalu.

Akibatnya Zainan mengalami luka di kepala, sehingga terpaksa dirawat di RSUD Graha Bunda.

Sebelumnya, Tarmizi juga merusak dua rumah, yaitu milik ayahnya Zainan, dan rumah adiknya, serta merusak satu sepeda motor di Dusun Masjid, Gampong Seuneubok Buloh, Kecamatan Idi Tunong.

Karena perlakuan kasar Tarmizi tak terkendali, ibunya bernama Abidah (66) pada Selasa (25/6/2019) melapor ke Mapolsek Idi Tunong terkait kejadian itu, dan meminta bantuan mengamankan anaknya itu.

Atas laporan itu, petugas babinkamtibmas pun mengamankan Tarmizi di Dusun Buket Cuh. Tarmizi dengan cara merantainya.

Setelah Tarmizi diamankan, Bhabinkamtibmas dan pihak Gampong Seuneubok Buloh, berkoordinasi dengan Puskesmas Idi Tunong untuk membawa Tarmizi ke RSJ Banda Aceh, pada Senin (24/6/2019).

"Namun Abidah menolak jika Tarmizi dibawa ke RSJ Banda Aceh. Karena menurut Abidah, Tarmizi tidak mengalami gangguan jiwa, melainkan kerasukan setan karena Tarmizi selama ini sering tidur di kuburan lama di Dusun Buket Cuh, Gampong Seuneubok Buloh," ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, melalui Kapolsek Idi Tunong Iptu Darli kepada Serambinews.com, Selasa (25/6/2019) malam.

Selanjutnya pada Selasa (25/06/2019) sekitar pukul 11.30 Wib, Kapolsek Idi Tunong bersama Kanit Intelkam, Kanit Sabhara beserta Keuchik Seuneubok Buloh mengamankan Tarmizi untuk dibawa ke Polsek karena telah meresahkan warga di Gampong Seuneubok Buloh dan Sekitarnya.

Sekitar pukul 14.45 Wib, saat Tarmizi sedang diberi makan oleh pihak keluarga dan dikawal oleh petugas piket, tiba-tiba ia mengamuk dan mengangkat kursi dan melarikan diri melalui pintu belakang Polsek, dengan tangan masih terborgol.

Halaman
12
Penulis: Seni Hendri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved