Harga Ikan di Pijay Melonjak, Ini Penyebabnya

Buruknya cuaca di laut dalam dua pekan terakhir menyebabkan minimnya hasil tanggapan nelayan di berbagai Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Pidie Jaya.

Harga Ikan di Pijay Melonjak, Ini Penyebabnya
SERAMBI/HERIANTO
IKAN hasil tangkapan nelayan di jual di PPS Kutaradja Lampulo, Kota Banda Aceh, Selasa (14/5). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Buruknya cuaca di laut dalam dua pekan terakhir menyebabkan minimnya hasil tanggapan nelayan di berbagai Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Pidie Jaya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indoensia (HNSI) Pijay, Ir HM Bentara kepada Serambinews.com, Selasa (25/6/2019) mengatakan, rata-rata harga ikan naik mulai Rp 10.000 hingga Rp 5.000/Kg.

"Melonjaknya harga ikan di berbagai pusat pasar Kecamatan di Pijay dipicu oleh pasokan ikan yang sangat minim. Biasanya setiap boat, ukuran 6 sampai 10 Gross Stone (GT) setiap melaut membawa hasil 7 sampai 15 tong viber," ujarnya.

Baca: Tangkapan Nelayan Pidie Jaya Minim, Harga Ikan Normal

Baca: Suasana Meugang Pengaruhi Turunnya Harga Ikan di Pidie Jaya

Selama ini hasil tanggapan nelayan hanya setiap boat rata-rata memperoleh satu sampai dua tong viber. Dengan demikian memicu nilai harga ikan lebih mahal.

"Seperti halnya harga ikan gembung dari Rp 25.000/Kg kini naik menjadi Rp 35.000/Kg dan harga ikan tongkol dari Rp 20.000/Kg naik menjadi Rp 25.000/Kg. Hal yang sama juga berdampak pada harga ikan
Dencis dari sebelumnya Rp 25.000/Kg kini menjadi Rp 30. 000/Kg," jelasnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved