Jurnalisme Warga

Menyeberang ke Pulau Harapan

DALAM sepekan terakhir Baitul Mal Aceh (BMA) menugaskan sejumlah tim untuk melakukan verifikasi

Menyeberang ke Pulau Harapan
IST
OLEH SHAFWAN BENDADEH, Kasubbid Hukum dan Advokasi Baitul Mal Aceh, melaporkan dari Pulau Banyak, Aceh Singkil

OLEH SHAFWAN BENDADEH, Kasubbid Hukum dan Advokasi Baitul Mal Aceh, melaporkan dari Pulau Banyak, Aceh Singkil

DALAM sepekan terakhir Baitul Mal Aceh (BMA) menugaskan sejumlah tim untuk melakukan verifikasi program beasiswa anak mualaf dan program pemberdayaan ekonomi mualaf di beberapa kabupaten/kota di Aceh. Ini sudah menjadi program rutin dan program unggulan Baitul Mal Aceh. Beberapa daerah yang menjadi prioritas untuk diverifikasi adalah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Simeulue, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam.

Untuk Kabupaten Aceh Singkil dibagi menjadi dua tim, Singkil daratan dan Singkil lautan (Pulau Banyak). Kami ditugaskan ke Pulau Banyak, beranggotakan tiga orang. Terdiri atas Bapak Bobby Novrizan Kasubbid Pengembangan BMA, didampingi Bapak Asmardin, Ketua Dewan Pertimbangan Syariah (DPS) Baitul Mal Aceh Kabupaten (BMK) Aceh Singkil, dan saya selaku Kasubbid Hukum dan Advokasi Baitul Mal Aceh.

Bagi saya, Pulau Banyak merupakan daerah destinasi terakhir yang disinggahi setelah semua kabupaten/kota lain di Aceh sudah pernah saya kunjungi.

Tim berangkat dari Banda Aceh ke Singkil, lebih kurang 12 jam perjalanan, menggunakan jasa angkutan umum jenis minibus. Pagi Rabu pukul 09.30 WIB kami tiba di Singkil dan langsung menuju dermaga tempat sandar boat kayu tujuan Pulau Banyak. Di dermaga kami sudah ditunggu Bapak Asmardin yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan penyeberangan.

Boat kayu yang mengangkut penumpang dari Singkil dengan tujuan Pulau Banyak ada setiap hari. Kalau cuaca di laut sedang tidak bersahabat, kapten kapal biasanya akan menunda pelayaran sambil menunggu cuaca membaik. Penumpang akan diantar ke pulau, sesuai dengan tujuan penumpang, tentu saja ongkos yang dibayar pun harus sesuai dengan tarif dan jarak yang ditempuh. Kami sudah meminta untuk diantarkan ke Kampung Suka Makmur dengan tarif berbeda dengan penumpang lain.

Selain boat kayu, juga tersedia kapal feri yang dipersiapkan pemerintah setempat untuk melayani rute Singkil-Pulau Balai dan begitu sebaliknya pada tiap hari Selasa dan Jumat saja. Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan ke Pulau Banyak dan pulau lainnya boleh memilih menggunakan kedua fasilitas ini.

Sesuai dengan harapan, alhamdulillah cuaca pada hari itu sangat bersahabat untuk melakukan penyeberangan. Tepat pukul 09.45 WIB kami bertolak menuju Pulau Banyak menggunakan jasa angkutan boat kayu KM Rizky Bersama II berbobot lebih kurang 30 ton. Tujuan kami adalah Kampung Suka Makmur, desa pertama yang kami kunjungi di Kecamatan Pulau Banyak Barat.

Setelah mengarungi lautan lebih kurang empat jam perjalanan, pukul 14.15 WIB kami merapat di Dermaga Kampung Suka Makmur. Di sini kami sudah ditunggu oleh beberapa perangkat desa setempat.

Kampung Suka Makmur, Kecamatan Pulau Banyak Barat, berada di Pulau Tuangku, pulau terbesar di Kepulauan Banyak. Jumlah penduduk di desa ini lebih kurang 50 kepala keluarga atau 146 jiwa, didominasi oleh suku Aneuk Jamee dan Suku Nias. Mata pencaharian utama penduduk di sini adalah melaut dan berladang. Ada sebagian lagi berprofesi sebagai penyedia jasa transportasi laut antarpulau, usaha kelontong, usaha keramba ikan, dan mencari kerang (seafood).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved