Breaking News:

Ponakannya Bersaksi di MK, Harapan Mahfud MD pada Hairul Anas: Biar Jadi Politikus Besar Suatu Saat

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD angkat bicara soal keponakannya, Hairul Anas yang bersaksi di MK.

Tribunnews.com
Kolase Mahfud MD dan Hairul Anas Suaidi 

Diketahui Hairul Anas adalah keponakan dari mantan hakim Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.

Hairul Anas juga berasal dari kampung halaman yang sama dengan Mahfud MD, yakni berasal dari Madura.

Dalam sidang sengketa Pilpres kali ini, Hairul Anas menjadi saksi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ada fakta-fakta menarik dari kesaksian Hairul Anas di persidangan.

Seperti apa? Berikut ini TribunSolo.com rangkumkan fakta-faktanya.

1. Hairul Anas sampaikan materi pemenangan Pemilu 2019 tim Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Pada ringkasan berkas keterangan yang disampaikan ke Majelis Hakim, Hairul Anas akan menyampaikan soal perencanaan pemenangan Pemilu 2019 oleh tim paslon 01 Jokowi-Ma'ruf.

Dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim, Anas mengawali ceritanya ketika menghadiri pelatihan saksi yang diselenggarakan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf pada 20-21 Februari 2019 di kawasan Kepala Gading.

2. Hairul Anas perwakilan dari PBB

Hairul Anas datang di acara pelatihan di atas sebagai perwakilan dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang menjadi koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

Karena Hairul Anas sendiri merupakan kader dari partai PBB.

Namun Hairul Anas mengaku punya keberpihakan berlawanan lantaran lebih memihak ke paslon 02.

"Training diadakan oleh TKN, saya diutus sebagai wakil Partai Bulan Bintang," ujar Anas dalam sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019) dini hari.

3. Materi 'kecurangan bagian dari demokrasi'

Dalam pelatihan itu, Hairul Anas mendapat beberapa materi pelatihan selama dua hari berturut-turut.

Di mana dalam slide materi pertama ada keterangan yang mengatakan bahwa kecurangan merupakan bagian dari demokrasi.

Materi tersebut ditampilkan ketika Ketua Harian TKN Moeldoko memberikan paparannya.

Kemudian Anas meminta materi yang dimaksud ditunjukkan dalam sidang.

Katanya, materi ini masih bisa diunduh hingga sekarang.

"Saya perlu menunjukkan bahwa ada materi ini. Ini masih bisa di-download nanti saya tulis (tautan linknya)," kata dia.

Sebagai seorang caleg dari PBB, dirinya cukup kaget ketika mendengarkan dan melihat langsung materi tersebut.

Sebab ia keberatan bila kecurangan dianggap sebagai bagian dari demokrasi.

Namun, mau tidak mau ia harus mengikutinya lantaran sudah dimandatkan oleh partainya.

Ketika Majelis Hakim memotong pembicaraanya karena dianggap beropini, Anas kemudian membantah tudingan itu karena dirinya hanya menyampaikan apa yang dilihat dan didengar kala itu.

"Saya tidak memberi opini, saya merasa ini sesuatu yang perlu dibuka bahwa ada pelatihan saksi resmi dan menyajikan materi ini," ungkapnya.

"Ini pengakuan bahwa kecurangan adalah sesuatu kewajaran. Kami berpersepsi, ini (isi materi) diizinkan," imbuhnya.

Lanjut ke materi kedua, Anas menyatakan ada kapitalisasi kebijakan aspek pemerintah yang menekankan bahwa pemerintah dengan status incumbent harus dimanfatkan maksimal untuk menjadi keuntungan.

Lalu Anas bertanya-tanya akan isi dari materi tersebut. Bahwa penggunaan aparat untuk kemenangan suatu paslon tidak sesuai dengan prinsip demokrasi selama ini.

Terlebih, di dalam salah satu slide pada materi kedua, juga ditunjukkan gambar seorang tokoh, kepala daerah yang disebut mendapat dukungan logistik demi kemenangan salah satu paslon Pilpres.

Beralih ke slide berikutnya dan masih pada materi kedua, Anas juga mengaku ada sebuah penjelasan soal swing voters mengajak golput.

Masih kata Anas, dirinya mengaku mendapat arahan oleh kuasa hukum paslon 02 Prabowo-Sandi untuk menampilkan materi-materi ini di muka sidang.

Sebab mereka beranggapan bahwa materi tersebut cukup penting untuk ditayangkan.

"Saya mendapat arahan bahwa slide ini cukup perlu di dalami dan disampaikan kepada majelis," pungkas dia.

Anas mengaku apa yang ia paparkan hari ini dalam sidang dengan berat hati disampaikan.

Namun demi Pemilu bersih, jujur dan adil, dia mantap maju sebagai saksi dan mengemukakan seluruhnya.

4. TKN sebut Hairul Anas salah paham

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Ace Hasan Syadzily membantah ada pengarahan untuk berbuat curang dalam pelatihan saksi yang digelar TKN. 

Hal ini disampaikan Ace menanggapi pernyataan Hairul Anas Suaidi, saksi yang dihadirkan kuasa hukum pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Ace menilai Hairul sudah dalam menafsirkan pengarahan yang diberikan saat pelatihan saksi TKN. 

"Itu salah menafsirkan pengarahan dari Pak Moeldoko. Tidak mungkin kami mengajarkan kecurangan. Kami ingin agar pemilu ini berjalan jujur dan adil," kata Ace kepada Kompas.com, Kamis (20/6/2019).

Ace mencontohkan, soal adanya kepala daerah kader partai koalisi yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf, itu adalah sebuah hal yang wajar. Sebagai kader partai tentu memiliki kewajiban untuk mendukung capres yang didukung partainya.

"Lalu soal mengkapitalisasi program pemerintahan Jokowi, sebagai petahana tentu yang kami sosialisasikan adalah keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK. Itu lazim sebagai incumbent," kata dia. 

"Saksi memiliki penafsiran yang salah atas pejelasan materi yang diberikan dalam pembekalan saksi," tambah politisi Partai Golkar ini. (*)

Baca: Orang Aceh Baik dan Ramah-ramah, Pengakuan Mahasiswi Asal Jepang

Baca: Rocky Gerung Ternyata Punya Ilmu Bela Diri, Murid Perguruan Silat Bangau Putih, Pukul Besi Bengkok

Baca: Istri Toke Seuem, Nadia Anwar Dilantik Jadi Ketua PKK Kota Langsa

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Harapan Mahfud MD kepada Hairul Anas Setelah Memberi Kesaksian: Biar Jadi Politikus Besar Suatu Saat

Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved