Tiga Tahun Belum Terungkap, Keluarga Tetap Yakin TS Sitanggang Dibunuh

Situasi rumah ketika itu berantakan dan celengan serta uang korban Rp 300 ribu raib.

Tiga Tahun Belum Terungkap, Keluarga Tetap Yakin TS Sitanggang Dibunuh
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Kondisi rumah korban di Banda Aceh pascapencurian yang menyebabkan TS Sitanggang meninggal, tiga tahun lalu. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Penyebab meninggalnya TS Sitanggang, pensiunan PNS Dinas Perikanan Aceh di rumahnya tiga tahun lalu hingga kini belum terungkap.

Pihak keluarga yang sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Kuta Alam, Nomor: LPB/151/VIII/2016/SPKT pada 24 Agustus 2016 tetap meyakini kematian ini mengarah pada pembunuhan.

"Kami meyakini motif kasus ini perampokan disertai pembunuhan," kata anak korban, B Sitanggang, Selasa (25/6/2019).

Dijelaskan dia, jasad ayahnya ditemukan di bawah tangga rumah mereka di Jalan Agraria, Kuta Alam, Banda Aceh.

Situasi rumah ketika itu berantakan dan celengan serta uang korban Rp 300 ribu raib.

Baca: Pernah Habisi 100 Orang ISIS, Sniper Ini Dihargai Rp 13 Miliar Bagi yang Bisa Menangkapnya

Baca: Pemkab Aceh Timur Peringati HUT Satpol PP dan WH

Baca: Ular Piton Seberat 17 Kg Lilit Pemiliknya Hingga Tewas, Ahli: Ular Piton Tidak akan Pernah Jinak

Istri korban, L boru Nainggolan memastikan saat itu korban dalam kondisi sehat dan sempat berjualan di Pasar Peunayong.

"Jam setengah satu siang dia pulang sendiri ke rumah. Rupanya ketika saya juga pulang, dia sudah tergeletak di bawah tangga. Sudah meninggal," kata Nainggolan.

B Sitanggang yang juga penyidik di Satresnarkoba Polrestabes Medan menambahkan, belakangan diketahui korban sempat memergoki pencuri di rumahnya. Naas, pelaku justru menganiaya korban hingga tewas.

"Ada luka berdarah di kepala, rusuk bagian kiri memar dan bengkak," lanjut B Sitanggang.

Dia menambahkan sejak tahun 2016 hingga sekarang kasus ini tidak ada titik terang dan terduga pelaku pembunuhan tersebut masih bebas berkeliaran.

"Kami pihak keluarga meminta Polsek Kuta Alam mengungkap kasus kematian orang tua saya sekaligus meringkus pelakunya karena sebelumnya aksi kekerasan nyaris dialami orangtua kami yang diduga dilakukan pelaku yang sama," ujarnya.

Masih dikatakan B Sitanggang, bahwa Kanit Reskrim Polsek Kuta Alam, Ipda Rony ketika dihubungi pada Minggu (23/6/19) sore, mengaku kasus ini belum terungkap karena minimnya saksi.

"Kasusnya akan kita buka kembali. Dan dalam waktu dekat kasusnya akan kita gelar," kata B Sitanggang menirukan ucapan Ipda Rony.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved