Hadirkan Pelaku Bisnis Hingga Pemerintah, Unsyiah Bahas Pola Bisnis Nilam Aceh

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui Atsiri Research Center (ARC) membahas pola bisnis minyak nilam Aceh, termasuk produk turunannya....

Hadirkan Pelaku Bisnis Hingga Pemerintah, Unsyiah Bahas Pola Bisnis Nilam Aceh
For Serambinews.com
Atsiri Research Center (ARC) Unsyiah memperlihatkan aneka produk nilam dalam Focus Group Discussion (FGD) di Balai Senat Unsyiah, Rabu (26/6/2019). 

Hadirkan Pelaku Bisnis Hingga Pemerintah, Unsyiah Bahas Pola Bisnis Nilam Aceh

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui Atsiri Research Center (ARC) membahas pola bisnis minyak nilam Aceh, termasuk produk turunannya.

Focus Group Discussion (FGD) itu dibuka Wakil Rektor I Unsyiah, Prof Dr Marwan di Balai Senat Unsyiah, Rabu (26/6/2019), dan menghadirkan sejumlah pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, serta pihak terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, Ketua ARC Unsyiah, Dr Syaifullah Muhammad mengatakan bahwa pada tahun 2019, pusat riset tersebut ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Nilam oleh Kemenristekdikti. 

Dengan status tersebut, pihaknya berharap produk-produk nilam binaan ARC bisa dipasarkan dengan baik.

“Kita mencoba menggabungkan pendekatan akademik dengan bisnis, yang tentu akan berhadapan dengan banyak sekali regulasi,” ujarnya, dan menyebut atas alasan itulah diskusi tersebut digelar.

Sementara Wakil Rektor I Unsyiah, Prof Dr Marwan mengungkapkan bahwa nilam Aceh khususnya yang ditanam di Aceh Jaya sedang menjadi perbincangan nasional.

Nilam Aceh tersebut dinilai unggul karena memiliki kadar patchouli oil di atas 30 persen. Tak hanya itu, jumlah minyak yang dihasilkan dalam sekali penyulingan pada nilam Aceh bisa mencapai 3 persen.

Baca: Ini Pernyataan Polisi Terkait Kantor Kas Mandiri Syariah Lhokseumawe Dibobol

Baca: Resmikan Pelatda Pra PON dan Porwil, Ini Harapan Mualem

Baca: BNNK Pijay Kumpulkan Puluhan Keuchik dan Ketua Pemuda. Ini yang Disampaikan

Namun sayangnya, lanjut Marwan, potensi tersebut belum bisa dioptimalkan karena Aceh baru sebatas daerah penghasil minyak nilam.

“Unsyiah melihat hal ini sebagai potensi yang sangat mungkin dikembangkan. Maka kami berharap diskusi ini bisa menemukan titik terang untuk keberlanjutan industri nilam di Aceh,” harapnya.

Acara diskusi juga diselingi dengan penandatanganan MoU antara Unsyiah dengan PT Koetaradja Aromatik terkait pembelian teknologi produk ARC dengan royalti.

ARC Unsyiah juga melaunching beberapa produk unggulan yang siap dipasarkan, di antaranya berupa parfum nilam, balsem cair aroma terapi, nano body scrub, dan produk berkhasiat lainnya.(*)

 
 

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved