Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya Dicopot, Diduga Ini Penyebabnya

Teguran keras itu adalah salah langkah yang diambil oleh Sekda Abdya, atas perbuatan yang dinilai menyalahi aturan

Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya Dicopot, Diduga Ini Penyebabnya
Sriwijaya Post/net
Ilustrasi 

Seperti diberitakan, penerima bantuan atau insentif untuk guru pengajian dari Dinas Syariat Aceh di Abdya diduga tak tepat sasaran.

Pasalnya, usulan penerimaan kegiataan pengajian itu, selain ada para PNS.

Kabarnya beberapa orang penerima tersebut adalah oknum pejabat di Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya masuk dalam daftar tersebut.

Baca: Warga Palu Dihebohkan Dengan Suara Dentuman Aneh, Ternyata Berasal Dari Ini

Data yang diperoleh, jumlah guru pengajian yang diusulkan oleh Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya itu ke Dinas Syariat Islam Aceh sebanyak 25 orang.

Dari 25 orang guru mengaji yang diusulkan itu, lima diantaranya adalah PNS.

Bahkan dari lima PNS itu, beberapa diantaranya adalah pegawai dan oknum pejabat di dinas setempat, serta satu orang diantaranya adalah kepala dinas setempat.

Setelah mengetahui kadis Syariat Islam Abdya dan oknun PNS masuk dalam daftar calon penerima bantuan atau insentif guru mengaji itu.

Baca: Rupiah Catat Persentase Pelemahan Terbesar Pada Hari Ini

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim pun meminta Sekda membentuk tim untuk melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap nama-nama yang diusulkan Rajuddin tersebut.

Akmal menilai apa yang dilakukan oleh Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah itu merupakan pelanggaran dan kejahatan jabatan, dan comtoh tindakan Kadis itu contoh yang tidak baik bagi yang lain.

Selain itu, Akmal juga melayangkan surat teguran keras terhadap Rajuddin. Surat itu dilayangkan, pada 25 Maret dengan Nomor :450/415/2019.

Halaman
123
Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved