Rusli Dituntut Satu Tahun Penjara, Serikat Pekerja Menilai tak Adil

Manajer PT Seumadam, Ir Rusli dituntut satu tahun penjara dalam sidang di PN Kualasimpang, terkait perselisihan dengan kelompok pekerja di perusahaan

Rusli Dituntut Satu Tahun Penjara, Serikat Pekerja Menilai tak Adil
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Manajer PT Seumadam, Ir Rusli dituntut hukuman satu tahun penjara oleh JPU Kejari Aceh Tamiang, Rabu (26/6/2019). Pelapor menilai tuntutan tersebut tidak mewakili asas keadilan. 

Rusli Dituntut Satu Tahun Penjara, Serikat Pekerja Menilai tidak Adil

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Manajer PT Seumadam, Ir Rusli dituntut satu tahun penjara dalam sidang di PN Kualasimpang, terkait perselisihan dengan kelompok pekerja di perusahaan perkebunan sawit itu, Rabu (26/6/2019).

Tuntutan ini dibacakan JPU Kejari Aceh Tamiang berdasarkan Pasal 43 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UURI Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh.

Pasal ini secara tegas mengatur siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh untuk membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atau tidak menjadi anggota dan/atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja/serikat buruh.

Pelapor maupun Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Aceh Tamiang menilai tuntutan ini terlalu rendah dan tidak mewakili asas keadilan.

"Sangat kecewa. Kalau melihat dakwaan, hukuman maksimal ini lima tahun penjara. Tapi jaksa lebih memilih hukuman minimal," kata Asri, pelapor kasus ini.

Wakil PC SPSI Aceh Tamiang, Heri yang memantau proses persidangan menilai tuntutan jaksa tidak mewakili asas keadilan.

"Saya kecewa. Ini sangat tidak mewakili asas keadilan. Jawaban jaksa juga tidak memuaskan karena seolah melempar tanggung jawab ke Kejati Aceh," kata Heri.

Menurutnya asas ketidak-adilan ini sudah terjadi ketika proses hukum masih bergulir di penyidik. Pasalnya sejauh ini mereka tidak mendapat kepastian informasi apakah selama menjalani penyidikan dan persidangan, Rusli ditahan.

"Kita tidak tahu status dia apa. Apakah tahanan kota atau memang ditangguhkan. Jangan sampai ketika divonis nanti, kita mendengar ada pemotongan masa tahanan," kata Heri.

Baca: Pencairan Gaji 13 Bagi 3.600 PNS di Pijay Selesai. Ini Jumlah Nominal Dananya.

Baca: BREAKING NEWS - Kantor Kas Bank Mandiri Syariah di Lhokseumawe Dibobol

Baca: Masih Ingat Manusia Kayu Asal Sragen? Sulami Tetap Terbujur Kaku, Begini Kondisinya Sekarang

Kasipidum Kejari Aceh Tamiang, Roby Syahputra menegaskan JPU sudah menjalankan mekanisme hukum sesuai aturan. Dijelaskannya masa tuntutan satu tahun sudah melalui mekanisme rentut di kejati Aceh

"Kalau untuk tuntutan, mekanisme tetap rentutnya dari Kejati," kata Roby.

Majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan terdakwa.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved