Akmal Copot Kepala DSI

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH secara resmi mencopot Rajuddin SPd dari jabatanya

Akmal Copot Kepala DSI
DOK SERAMBINEWS.COM
Bupati Abdya Akmal Ibrahim 

* Ekses Kasus Calon Penerima Insentif Guru Ngaji

BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH secara resmi mencopot Rajuddin SPd dari jabatanya sebagai kepala Dinas Syariat Islam (DSI) dan Pendidikan Dayah setempat.

Pencopotan itu, kabarnya buntut dari polemik usulan calon penerima insentif guru pengajian dari Dinas Syariat Aceh yang tidak tepat sasaran. Pasalnya, Rajuddin memasukkan namanya sendiri dan sejumlah oknum PNS dan pejabat dalam daftar penerima tersebut.

Pencopotan Rajuddin dari kepala DSI itu tertuang dalam Surat keputusan Bupati Abdya Nomor 339 Tahun 2019 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Salah seorang sumber Serambi dari lingkungan Pemkab Abdya membenarkan adanya pencopotan Rajuddin SPd sebagai kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah tersebut. “Iya benar, kadis Syariat Islam sudah dicopot pada 24 Juni 2019,” ujar sumber itu.

Ia menyebutkan, pasca ditinggal Rajuddin, jabatan kepala DSI dan Pendidikan Dayah Abdya kini masih kosong karena menunggu dilakukannya lelang jabatan. Untuk mengisi kekosongan itu, Bupati Akmal telah menunjuk Ubaidillah sebagai Plt Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya.

“Iya masalah insentif itu, Pak Bupati mengaku kecewa dengan keputusan Rajuddin yang tidak melakukan koordinasi dengan Beliau. Bukan itu saja, dalam daftar itu juga masuk nama Beliau dan sejumlah pejabat yang membuat Pak Bupati sangat kecewa terhadap Beliau (Rajuddin-red),” terangnya.

Sementara itu, Rajuddin SPD yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, membenarkan bahwa dirinya tidak lagi menjabat sebagai Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya. Hanya saja, Rajuddin berkilah, dirinya bukan dicopot, tapi diberhentikan oleh Bupati Akmal Ibrahim. “Iya benar, bukan dicopot, tapi diberhentikan,” ungkap Rajuddin SPd.

Meski begitu, Rajuddin mengaku pasrah dengan keluarnya SK Bupati Abdya tersebut, terlebih dalam beberapa bulan ke depan, dirinya juga sudah mulai masuk ke masa pensiun. “Jabatan itu kan amanah, mungkin ini yang terbaik bagi saya, apalagi saya akan masuk masa pensiun,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pencopotan Rajuddin SPd sebagai kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya memang muara dari mencuatnya kasus penerima bantuan atau insentif untuk guru pengajian dari Dinas Syariat Aceh yang tak tepat sasaran.

Pasalnya, dalam daftar usulan penerima insentif pengajian itu, tercantum sejumlah PNS. Bahkan, ironisnya beberapa orang calon penerima insentif tersebut adalah oknum pejabat di Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya, termasuk juga kepala dinasnya.

Data yang diperoleh, jumlah guru pengajian yang diusulkan oleh Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya untuk mendapat insentif ke Dinas Syariat Islam Aceh sebanyak 25 orang. Dari 25 orang yang diusulkan itu, lima di antaranya adalah PNS di mana beberapa di antaranya merupakan pegawai dan oknum pejabat di DSI setempat, termasuk kepala dinas itu sendiri.

Pasca mengetahui kasus tersebut, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim meminta Sekda membentuk tim untuk melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap nama-nama yang diusulkan Rajuddin. Akmal menilai, apa yang dilakukan oleh Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah itu merupakan pelanggaran dan kejahatan jabatan. Menurut Bupati, tindakan kepala DSI itu adalah contoh yang tidak baik bagi yang lain.

Untuk itu, Akmal melayangkan surat teguran keras dengan Nomor: 450/415/2019 tertanggal 25 Maret 2019 terhadap Rajuddin. Surat teguraan itu memuat lima poin di mana salah satunya berbunyi, Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya dinilai telah melakukan penyalahgunaan kewenangan atas jabatan.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved