Berhasil Pertahankan Disertasi Tentang Wali Nanggroe, Maisarah Rahmi Raih Gelar Doktor di Malaysia

Maisarah Rahmi, mahasiswi asal Gayo Lues, Provinsi Aceh, berhasil mempertahankan disertasinya pada program doktoral di International Islamic...

Berhasil Pertahankan Disertasi Tentang Wali Nanggroe, Maisarah Rahmi Raih Gelar Doktor di Malaysia
For Serambinews.com
Maisarah Rahmi (tengah) foto bersama para dosen seusai sidang disertasi, Rabu (26/6/2019). 

Berhasil Pertahankan Disertasi Tentang Wali Nanggroe, Maisarah Rahmi Raih Gelar Doktor di Malaysia

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Maisarah Rahmi, mahasiswi asal Gayo Lues, Provinsi Aceh, berhasil mempertahankan disertasinya pada program doktoral di International Islamic University Malaysia (IIUM), Rabu (26/6/2019).

Lewat karya yang berjudul ‘Kewenangan Lembaga Wali Nanggroe: Studi Analisis Dalam Perspektif Politik Islam’, Mai, sapaan akrabnya berhasil meyakinkan para penguji terhadap disertasinya selama dua jam. Buah kerja kerasnya itu pun diganjar dengan nilai ‘sangat memuaskan’.

Disertasi tersebut memiliki judul asli ‘Shalahiyat Mu'assasah Wali Nanggroe Fi Wilayah Aceh: Dirasah Tahliliyah Fi Dhau'i Fiqh Siyasah Syar'iyyah’. 

"Alhamdulillah saya lulus sidang disertasi S3. Gelar doktor ini adalah anugerah luar biasa bagi saya, hadza min fadhli rabbi, terima kasih atas semua doa dan dukungannya sehingga saya mendapat hasil terbaik," kata dosen tetap di IAIN Samarinda, Kalimantan Timur itu, Kamis (27/6/2019).

Ditanya alasannya menjadikan Lembaga Wali Nanggroe sebagai objek disertasi, Maisarah mengaku ingin memperkenalkan lembaga tersebut ke dunia luar. Ia ingin sampaikan bahwa Aceh memilili sebuah lembaga istimewa yang memiliki kewenangan menjaga adat, pemersatu bangsa, dan melestarikan budaya, bahasa.

“Bagi saya hal ini sangat unik dan menarik untuk dikaji. Karena selain tidak terdapat di wilayah lain, ini juga merupakan keistimewaan yang Aceh punya, yang menurut saya harus disosialisasikan dan dipromosikan,” jelasnya.

Di samping itu, dirinya juga ingin meneliti lebih dalam tentang kewenangan Wali Nanggroe yang ada di Aceh, dengan mengkaji qanun, tugas, fungsi, dan kewajiban yang dianalisis menggunakan pendekatan fikih siyasah syar'iyah, yaitu hukum politik Islam.

“Mungkin banyak yang sudah membahas tentang Wali Nanggroe, tapi sejauh yang saya telaah, masih minim penelitian yang berkaitan dengan politik Islam,” ucap Maisarah, yang sebelumnya mendapat gelar magister di universitas yang sama dan S1 di Universitas Al Azhar Mesir.

Baca: Walhi Ungkap Adanya Kerusakan Lingkungan di Lokasi Pembangunan PLTU 3-4 di Nagan Raya

Baca: Bungkam PSPS Riau 2-1, Presiden Persiraja Janjikan Bonus Rp 30 Juta

Baca: Pengurus MPD Banda Aceh Dilantik, Ini Tugas yang Dibebankan

Lalu saat Serambinews.com menanyakan lagi tentang respons pihak Wali Nanggroe terkait disertasinya itu, lalu bagaimana pula tanggapan dosen di Malaysia, Maisarah mengaku dapat sambutan antusias dari kedua pihak.

“Pihak Wali Nanggroe sangat responsif dan bekerja sama dalam memberikan informasi yang saya butuhkan. Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk bertemu langsung Wali Nanggroe walau hanya beberapa menit,” kenangnya.

Selain itu, lanjut Maisarah, dosen di Malaysia juga sangat menghargai usahanya dalam mengkaji Lembaga Wali Nanggroe. Menurut mereka, tidak mudah menganalisis sesuatu yang mulanya kontroversi lalu akhirnya dapat diterima  masyarakat Aceh.

Baca: Tiga Permen KP Disosialisasikan di Aceh Tamiang, Terkait Larangan Penangkapan Hingga Impor Ikan

“Hal ini merupakan isu yang baru mereka ketahui setelah keistimewaan penerapan syariat Islam di Aceh. Beberapa masukan yang positif dan membangun untuk menghasilkan penelitian yang ilmiah dan penyempurnaan disertasi saya juga mereka sampaikan,” katanya lagi. 

Sekadar diketahui, sidang disertasi tersebut dipimpin Assoc Prof Dr Ma'an Fahmi Rashid Al-Khatib (Chair Person), dan dihadiri Internal Examiner Assoc Prof Dr Bouhedda Ghalia, Assoc Prof Dr Luqman Zakariya, Supervisor Prof Dr Sayed Sikandar Shah, dan penguji lainnya.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved