Dibalik Kemegahan Kota Beijing, Ada Kehidupan Memilukan 1 Juta Orang yang Hidup Di Dalam Tanah

Orang-orang ini adalah suku tikus atau shuzu, mereka adalah sekelompok orang terpinggirkan yang tidak memilki izin tinggal di kota tersebut.

Dibalik Kemegahan Kota Beijing, Ada Kehidupan Memilukan 1 Juta Orang yang Hidup Di Dalam Tanah
Kolase/China Daily
Sebuah kota yang dipenuhi dengan kehidupan bawah tanah, ibukota Tiongkok, Beijing. 

Banyak di antaranya memiliki kisah dramatis, seperti pria bernama Wei Kuan ini misalnya, dia adalah pria 27 tahun yang bekerja sebagi wiraniaga ansuransi.

Karirnya berhenti, dan kini dia menjadi kurir, penyanyi pemakaman, hingga tukang pijat.

Wei Kuan, dia adalah seorang penduduk kota bawah tanah yang bekerja keras karena situasinya. Tangkapan layar/Al Jazeera

Baca: Bertahun-tahun Buron, Mantan Perwira Polri Pembunuh Istrinya Sendiri Berhasil Diciduk

Baca: Daftar Khatib dan Imam Jumat 28 Juni 2019 pada 61 Masjid di Kota Banda Aceh

Baca: Menang Lotre Miliaran Rupiah hingga 14 Kali, Ekonom Rumania Ini Pakai Rumus Rahasia

"Saya baik-baik saja tinggal disini, karena saya takut miskin, jadi saya bekerja keras dan tinggal di sini, tempat ini juga memaksa saya bekerja lebih keras," katanya pada Al Jazeera.

Kamar-kamar ini juga memiliki kisah sejarah, salah satunya adalah Perang Dingin ketika China Mao berjuang dengan Uni Soviet untuk supremasi ideologis di blok Timur.

Kemudian tahun 1969, kedua negara berperang di perbatasan berdarah di sepanjang Sungai Amur, Mao memerintahkan orang-orang untuk "menggali terowongan dalam-dalam" sebagai perlindungan terhadap serangan udara Soviet.

Melansir CNN, Annete Kim seorang profesor di Universitas of Southern California telah memetakan kota bawah tanah di Beijing dengan mempelajari 7.000 iklan sewa online.

Jumlah iklan sewa meningkat selama tahun dia meneliti pada tahun 2013.

Pilihan alternatif berbiaya rendah sebenarnya bisa tinggal di desa, dan pinggiran kota Beijing, namun mereka lebih suka tinggal di kota Beijing meski sebatas di bawah tanah.

Baca: Kecelakaan Tunggal di Bakongan akibat Sopir Mengantuk, Satu Orang Meninggal Dunia

Hal itu akan membuat mereka lebih mudah bepergian ke kota dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pinggiran kota.

Ide perumahan bawah tanah ini muncul setelah populasi Beijing meledak pada tahun 2013, di antaranya adalah jumlah pendatang dan meningkatnya perumahan murah.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved