Fenomena Baru Penghuni Lapas di Aceh, Dari Kejahatan Konvensional ke Kasus Narkoba

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Aceh, Agus Toyib BcIP SH MH, mengungkapkan fenomena baru kejahatan bagi mantan narapidana (napi) yang..

Fenomena Baru Penghuni Lapas di Aceh, Dari Kejahatan Konvensional ke Kasus Narkoba
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kakanwil Kemenkumham Aceh, Agus Toyib BcIP SH MH. 

Fenomena Baru Penghuni Lapas di Aceh, Dari Kejahatan Konvensional ke Kasus Narkoba

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Aceh, Agus Toyib BcIP SH MH, mengungkapkan fenomena baru kejahatan bagi mantan narapidana (napi) yang ditahan sebelumnya dalam kasus kejahatan konvensional, seperti rampok dan maling, ketika ditangkap lagi justru telah terlibat kasus narkoba.

"Fenomena yang terjadi saat ini di lapas-lapas, kalau dulunya banyak kejahatan konvensional, seperti maling, perampokan, dan curas, justru saat ini menurun. Karena, napi yang ditahan saat ini di lapas-lapas 70 persen dari hampir 9 ribuan napi, terlibat dalam kasus narkoba," kata Agus Toyib, saat bersilahturahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Desa Meunasah Manyang-Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, penurunan kasus kejahatan konvensional itu, biasanya terjadi setelah napi-napi itu masuk ke ke lapas.

Begitu mereka dinyatakan bebas dan keluar dari lapas, justru arah kejahatan yang dilakukan oleh mantan napi tersebut berubah, dari kejahatan konvensional beralih ke kasus narkoba.

"Ketika mantan napi tersebut ditangkap kembali, justru arah kejahatannya telah berubah. Artinya, kalau sebelumnya dia ditahan di LP, karena terlibat dalam kejahatan konversional. Justru ketika sudah bebas dan ditangkap lagi, justru sudah terlibat kasus narkoba," ungkap Agus Toyib menyiratkan kekhawatirannya yang dalam.

Kondisi tersebut menjadi persoalan bangsa dan negara ini, lanjut Agus Toyib yang ikut didampingi Kadiv Administrasi Rudi Hartono, Kadiv PAS Meurah Budiman, Kepala LPKA Banda Aceh Ridha Anshari, Kalapas Banda Aceh Abdul Karim dan Kasubbag Humas Ida Meilani saat mengunjungi Kantor Serambi Indonesia.

Perubahan tren kejahatan itu sebutnya, disebabkan oleh banyaknya napi narkoba yang ditahan di 26 lapas di Aceh, termasuk satu LP Narkotika Langsa.

Jumlah seluruh napi yang ada di lapas hampir mencapai 9 ribuan (melebihi kapasitas) dari yang seharusnya 3 ribuan, sebanyak 70 persen dari 9 ribuan napi-napi tersebut terlibat dalam kasus narkoba.

Halaman
123
Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved