Formak Minta Pemkab Aceh Selatan Tinjau Ulang Lokasi Kampus Poltas

FORMAK Aceh Sselatan meminta Pemkab untuk meninjau ulang lokasi pembangunan kampus Politeknik Aceh Selatan (Poltas) di puncak Gunung Ribee.

Formak Minta Pemkab Aceh Selatan Tinjau Ulang Lokasi Kampus Poltas
For Serambinews.com
Ketua Formak, Ali Zamzami 

Laporan  Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (FORMAK) Aceh selatan meminta Pemkab Aceh Selatan untuk meninjau ulang lokasi pembangunan kampus Politeknik Aceh Selatan (Poltas) di puncak Gunung Ribee, Gampong Ladang Kasik Putih, Kecamatan Samadua.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Formak, Ali Zamzami menyusul banyaknya pihak yang menilai tidak layak dan mengkawatirkan akan adanya risiko keselamatan, apalagi selama ini sejumlah kalangan sempat mempertanyakan apakah Pemkab Aceh Selatan telah membuat uji kelayakan dalam bentuk Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sebelum Gedung Poltas tersebut dimulai pembangunannya di atas puncak Gunung Ribe tersebut.

"Kita menyarankan kepada Pemkab Aceh Selatan agar melakukan peninjauan kembali lokasi pembangunan gedung kampus Poltas di Kawasan Gunung Ribee Desa Ladang Kasik Putih, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan saat ini dengan melakukan evaluasi secara seksama," saran Ali Zamzami.

Jika dari hasil evaluasi ternyata memang lokasi tersebut kurang tepat dilihat dari berbagai aspek dan persyaratan maka, saran Ali Zamzami, dapat dialihkan ke lokasi yang lebih memungkinkan.

"Pemkab kan punya banyak asset lahan kosong yang saat ini yang masih terlantar yang bisa dimanfaatkan," paparnya.

Menurutnya, proyek pembangunan gedung Poltas di puncak Gunung Ribe ini adalah salah satu pembangunan yang dinilai kurang tepat dan sarat masalah, sebab dilihat dari pilihan lokasi dengan kondisi saat ini yang menjadi polemik karena sering menimbulkan masalah.

Baca: 150 Pasangan Suami Istri di Aceh Selatan Ikut Itsbat Nikah

Baca: Satu Keluarga Asal Jambi Masuk Islam di Aceh Selatan

"Dengan lokasi yang merupakan perbukitan yang tanahnya didominasi oleh tanah berpasir (tanah aluvial) dengan tingkat kepadatan rendah yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi bagi pengerjaan proyek pembangunan fasilitas kampus," ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, penataan komplek perkuliahan natinya terutama gedung, selain risiko tinggi tersebut dapat menjadi hambatan bagi kelancaran pelaksanaan pembangunan proyek itu sendiri, juga berpotensi risiko bagi eksistensi kampus nantinya. "Sebab menuju lokasi sangat sulit karena posisi jalan merupakan tanjakan dan turunan," ungkapnya.

Dengan demikian, tambah Ali Zamzami, maka perlu dilakukan penelitian ulang yang bertujuan untuk melakukan rangkaian analisis risiko baik dalam hal pengerjaan proyek pembangunan gedung dan fasilitas kampus lainnya.

Sehingga tidak menimbulkan risiko yang akan terjadi dan dampak yang dihasilkan dari pemaksaan pembangunan gedung dan fasilitas perkuliahan di lokasi tersebut.

"Selain itu jugs perlu ditinjau kembali apakah pemenuhan persyaratan teknis bangunan gedung, baik ditinjau dari segi tata bangunan dan lingkungannya, maupun keandalan bangunan gedungnya di lokasi tersebut," pungkasnya. (*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved