Galian C Ditutup Paksa

Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRK Aceh Barat, Rabu (26/6), turun ke lokasi galian C

Galian C Ditutup Paksa
SERAMBI/RIZWAN
TIM gabungan dari DPRK dan Pemkab Aceh Barat turun ke lokasi galian C yang tidak mengantongi izin di Desa Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, Rabu (26/6). 

* Tidak Kantongi Izin

MEULABOH - Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRK Aceh Barat, Rabu (26/6), turun ke lokasi galian C di Desa Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo. Tim gabungan yang di-backup personel kepolisian itu menutup paksa galian C tersebut karena tidak memiliki izin. Terlebih, tanah hasil pengerukan gunung di desa itu sudah beberapa hari terakhir dibawa ke lokasi pembangunan PLTU Nagan Raya 3-4 di Nagan Raya.

Tim dari DPRK Aceh Barat yang turun kemarin yakni Ramli SE (Ketua DPRK) dan Herman Abdullah SE (Ketua Komisi C). Sedangkan dari Pemkab yaitu, Kadis Lingkungan Hidup, Mulyadi SHut serta pejabat dari Dinas Perizinan Terpadu. Sedangkan, dari kepolisian dihadiri Kapolsek Meureubo, Iptu Fitriadi dan pejabat dari Satpol PP. Kedatangan tim gabungan tersebut diterima Keuchik Pasi Aceh Tunong dan pihak pengelola galian C.

“Tim DPRK turun dengan mengikutsertakan pihak pemkab setelah mendapat laporan masyarakat ke DPRK terkait galian C yang tidak mengantongi izin,” kata Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE kepada wartawan, kemarin.

Ramli SE menjelaskan, dari informasi yang diterima pihaknya, bahwa tanah gunung hasil galian C di desa itu dibawa ke kabupaten tetangga yakni ke Suak Puntong, Nagan Raya untuk menimbun lokasi pembangunan PLTU 3-4 yang kini mulai dikerjakan. Namun begitu, ucap Ramli SE, pihaknya tidak menyorot tujuan tanah gunung itu dibawa, tapi fokus pada perizinan karena itu berkaitan dengan pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut dia, pengambilan tanah dalam jumlah banyak, selain tidak menambah PAD, namun juga menyebabkan jalan desa rusak akibat lalu lalang truk pengangkutan galian C tersebut. Untuk itu, tukasnya, tim mengambil keputusan menutup paksa untuk sementara waktu galian C itu sampai mereka mengantongi izin. “Tim sudah meminta dihentikan sementara waktu hingga ada izin. Termasuk alat berat tidak boleh melakukan aktivitas dulu,” tegasnya.

Ia menekankan, bila pengelola galian C itu tetap nekat melanjutkan aktivitas penambangan, maka akan diambil sikap tegas terhadap mereka.

Di sisi lain, Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE memaparkan, terkait persoalan galian C tak berizin itu, pihaknya akan dibawa ke rapat dengar pendapat (RDP) DPRK dalam waktu dekat ini. Pada RDP itu nanti, DPRK juga akan menghadirkan Dinas Pertambangan Aceh serta pihak terkait. “Tentu dengan RDP dengan dinas terkait, maka pengawasan ke depan lebih ditingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Keuchik Pasi Aceh Tunong, Nazar dalam kesempatan itu menyatakan, bahwa pihak desa sedang mengurus izin terhadap galian C yang beroperasi di gampong tersebut. Menurut Keuchik Nazar, saat ini surat permohonan izin penambangan galian C sudah diajukan ke dinas terkait di Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Barat.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved