Mulai Juli, Terbang ke Luar Negeri Lewat Bandara SIM Dikenai Biaya Rp 150 Ribu

Terhitung mulai Juli ini, setiap penumpang yang akan terbang ke luar negeri melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang ...

Mulai Juli, Terbang ke Luar Negeri Lewat Bandara SIM Dikenai Biaya Rp 150 Ribu
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Suasana Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar yang tampak sepi, Jumat (8/2/2019). 

Mulai Juli, Terbang ke Luar Negeri Lewat Bandara SIM Dikenai Biaya Rp 150 Ribu

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Terhitung mulai Juli ini, setiap penumpang yang akan terbang ke luar negeri melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar akan dikenakan biaya tambahan Rp 150 Ribu.

Sehingga bagi semua penumpang tujuan luar negeri, selain tiket, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan wajib tersebut.

Biaya tersebut merupakan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC).

General Manager PT Angkasa Pura II Bandara SIM, Yos Suwagiyono, Selasa (26/6/2019) mengatakan, bahwa biaya PJP2U atau PSC itu sudah menjadi keputusan Menteri Perhubungan RI dan pihaknya hanya merealisasikan aturan tersebut.

Kata Yos Suwagiyono, tarif itu mulai diberlakukan secara aktif 5 Juli 2019.

"Itu kan keputusan Menteri, prosesnya sudah lama, dan sudah melewati YLKI juga, cuma baru kemarin kita realisasikan," ujarnya.

Katanya, tarif PJP2U atau PSC nanti akan digabungkan dengan tiket pesawat. Sehingga setelah diberlakukan, otomatis harga tiket akan naik dari harga biasanya.

Baca: Kemenag Aceh Terapkan Sistem Online untuk Kenaikan Pangkat Guru Madrasah

Baca: MA Tolak Gugatan PTPN I Langsa Terkait Persoalan Ganti Rugi Lahan HGU

Baca: Fenomena Baru Penghuni Lapas di Aceh, Dari Kejahatan Konvensional ke Kasus Narkoba

"Tetapi kalau orang beli tiketnya sebelum tanggal 5 Juli tidak apa-apa, belum diberlakukan," jelasnya.

Yos menambahkan, sebenarnya pelaksanaan peraturan ini sudah lama, dan memang setiap dua tahunnya harus disesuaikan.

Sebelum penyesuaian tarif tahun ini, beban PSC hanya sebesar Rp 100 ribu per penumpang. Namun saat ini ada kenaikan Rp 50 ribu, sehingga tarifnya jadi Rp 150 ribu.

"Memang jangka waktunya dua tahun kita harus sesuaikan. Jadi dari Rp 100 ribu itu naik Rp 50 ribu, sehingga jadi Rp 150 ribu," ujarnya.

Kemudian, untuk sistem pembayaran biaya PJP2U tersebut tidak terpisah, tetapi langsung dimasukkan ke dalam harga tiket. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved