Partai Mulai Godok Wakil Ketua DPRA

Di kalangan internal partai politik (parpol) seperti Partai Demokrat, Golkar, dan Gerindra, dikabarkan

Partai Mulai Godok Wakil Ketua DPRA
IQBAL FARABI, Sekretaris Demokrat Aceh

* Demokrat, Golkar, dan Gerindra

BANDA ACEH - Di kalangan internal partai politik (parpol) seperti Partai Demokrat, Golkar, dan Gerindra, dikabarkan sedang mempersiapkan sejumlah nama untuk mengisi posisi wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Namun informasi tersebut masih ditutup rapat-rapat. Sejumlah pengurus partai yang ditanyai Serambi, Rabu (26/6), tidak menampik isu itu. Mereka bahkan mengatakan partai sedang mencari sosok yang tepat untuk ditempatkan sebagai pimpinan parlemen Aceh.

Untuk diketahui, ketiga partai itu merupakan partai peraih suara dan kursi terbanyak pada Pemilu 2019, selain Partai Aceh (PA) sebagai pemenang Pemilu dengan raihan 18 dari 81 kursi. Sedangkan Partai Demokrat meraih 10 kursi, Golkar 9 kursi, dan Gerindra 8 kursi.

Jika dilihat dari komposisi pimpinan DPRA hasil Pemilu lalu, tidak banyak berubah. Hanya saja Gerindra berhasil mengeser Partai NasDem dari jatah wakil ketua DPRA. Pada Pemilu 2019, perolehan kursi NasDem merosot tajam, dari delapan pada Pemilu 2014 kini tinggal dua kursi.

Dari informasi yang diterima Serambi, ada beberapa nama yang mulai mencuat dikalangan internal partai, bahkan calon legislatif (caleg) terpilih itu terus melobi masing-masing pimpinan partai untuk mendapatkan kursi wakil ketua DPRA periode 2019-2024.

Dari Partai Demokrat misalnya, muncul nama Dalimi dan Alaidin Abu Abbas. Keduanya politikus itu merupakan calon incumben yang terpilih lagi pada Pemilu 2019. Pada periode 2014-2019, Dalimi dipercayakan partainya menduduki posisi wakil ketua DPRA.

Sedangkan dari Partai Golkar mencuat nama Hendra Budian, Ali Basrah, dan Teuku Raja Keumangan (TRK). Dari informasi yang diterima Serambi, ketiga nama kader partai berlambang pohon beringin tersebut yang banyak disebut-sebut dikalangan internal.

Begitu juga dengan Partai Gerindra. Informasi dari internal partai, ada tiga nama yang diunggulkan dan masuk dalam bursa yaitu Abdurrahman Ahmad, Safaruddin, dan Kartini. Abdurrahman dan Kartini merupakan calon incumben.

Menanggapi isu tersebut, masing-masing pimpinan parpol masih bersikap dingin. Sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh, Iqbal Farabi yang dikonfirmasi Serambi mengatakan bahwa partainya belum membahas persoalan wakil ketua DPRA.

Masalah itu, kata dia, akan dibahas setelah pelantikan caleg terpilih. “Saat ini belum dibahas di partai, rencananya akan dibahas sekalian dengan alat kelengkapan dewan (AKD) dan koalisi parlemen nanti. Sekarang kita sedang susun komposisi fraksi, khususnya di DPRK seluruh Aceh,” katanya.

Nada yang sama juga disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat dan Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA Khalid yang mengaku belum membahas masalah wakil ketua DPRA. Golkar berencana membahasnya pada pertengahan Juli mendatang, sedangkan Gerindra setelah pelantikan.

Dalam menetapkan wakil ketua DPRA, partai akan menetapkan beberapa kriteria, bukan saja berpatokan pada caleg peraih suara terbanyak dari partai tersebut. Selain mempertimbangkan jabatan dalam struktur kepengurusan partai juga dilihat dari segi loyalitas caleg tersebut.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat mengatakan mekanisme pemilihan wakil ketua DPRA tidak hanya berpatokan pada caleg peraih suara terbanyak. “Tapi termasuk jabatan di partai, loyalitas, pendidikan, jumlah suara, dan lain-lain,” sebut Syukri.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Garinda ada mekanismenya tersendiri Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA Khalid. Dia mengatakan kualitas, loyalitas, dan kapasitas adalah hal utama yang menjadi pertimbangan partai. “Jadi patokannya tidak hanya pada jumlah suara saja,” terang TA Khalid yang pada Pemilu lalu berhasil lolos ke DPR RI.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved