Puluhan Kios Pasar Buah di Lhokseumawe tak Berfungsi, Ini Harapan Dewan

Puluhan kios di pasar buah Kota Lhokseumawe masih belum berfungsi atau tidak digunakan oleh para pedagang. Padahal kios-kios tersebut merupakan salah

Puluhan Kios Pasar Buah di Lhokseumawe tak Berfungsi, Ini Harapan Dewan
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Anggota DPRK Lhokseumawe, M Hasbi SSos 

Puluhan Kios Pasar Buah di Lhokseumawe tak Berfungsi, Ini Harapan Dewan

 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

 

SERAMBINEWs.COM, LHOKSEUMAWE – Puluhan kios di pasar buah Kota Lhokseumawe masih belum berfungsi atau tidak digunakan oleh para pedagang.

Padahal kios-kios tersebut merupakan salah satu aset dari Pemko Lhokseumawe yang bisa mendongkrak pemerimaan pendapatan asli daerah (PAD)

Sesuai informasi dihimpun Serambinews.com, ada 128 unit kios di pasar buah tersebut. Sedangkan pasar buah awalnya dibangun sekitar tahun 2008. Namun kala itu tidak berfungsi, sehingga kontruksinya banyak yang rusak. 

Sehingga pada tahun 2014, pasar buah kembali direhab. Namun sejauh ini, hasil pantauan Serambinews.com, Kamis (27/6/2019) siang, masih banyak yang terlihat tertutup.

Anggota DPRK Lhokseumawe, M Hasbi SSos, menyebutkan, kios pasar buah adalah aset Pemko yang sangat potensial untuk dimanfaatkan secara maksimal. Karena selain bisa mendongkrak PAD, juga mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

Baca: Jelang Indonesia Open 2019 - Ini Kata Kevin Sanjaya tentang Mempertahankan Gelar Juara

Baca: India Jawab Peringatan AS Untuk Tak Beli Sistem Rudal S-400 Dari Rusia

Baca: Pengurus MPD Banda Aceh Dilantik, Ini Tugas yang Dibebankan

“Namun kita melihat sekarang ini masih banyak yang tutup, sehingga sangat disayangkan,” katanya.

Karena itu dia mengharapkan Pemko Lhokseumawe, dalam hal ini Disperindagkop setempat agar bisa mencari solusi secepatnya, agar seluruh kios yang ada di pasar buah dapat dimanfaat oleh masyarakat.

“Jangan sampai nantinya kios-kios yang posisi tertutup seperti sekarang ini kembali rusak tanpa ada manfaat lagi bagi pemerintah ataupun masyarakat,” katanya..

Selain itu, dia juga mengharapkan Pemko harus melakukan pengawasan ketat, agar dalam proses sewa menyewa kios di Pasar Buah jangan sampai ada mafia. Artinya, penyewa pertama membayar ke pemerintah hanya dengan Rp 2,5 juta per tahun. Namun dia tidak untuk berjualan, tapi disewakan ke orang lainnya dengan harga yang lebih tinggi. “BIla ini ada kasus seperti ini maka harus diambil tindakan tegas. Jangan dibiarkan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved