Qari Berprestasi Dapat Reward Permanen

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengatakan, pihaknya akan memberikan

Qari Berprestasi Dapat Reward Permanen
DOK/HUMAS DSI ACEH
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyalami peserta STQH Aceh pada acara penglepasan peserta STQH Nasional di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (26/6) malam. 

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengatakan, pihaknya akan memberikan reward secara permanen kepada qari-qariah atau peserta STQN lainnya yang berprestasi. Hal itu ditegaskan Nova Iriansyah saat melepas peserta Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (25/6) malam.

Di hadapan para peserta qari-qariah dan peserta Aceh yang akan mengikuti STQH Nasional di Pontianak Kalbar dan para pejabat Setdaprov Aceh, Nova memerintahkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh untuk menggodok aturan, sehingga bukan hanya bonus sesaat yang diberikan kepada putra-putri Aceh yang meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Bonus yang diberikan oleh Pemerintah Aceh itu harus jauh lebih bermakna pada masa tua alias masa depan. “Kita bisa fokuskan pada biaya pendidikan yang lebih tinggi atau menempatkan mereka yang berprestasi pada badan usaha milik negara (BUMN) atau BUMD,” ujar Plt Gubernur Aceh tersebut. Nova mengharapkan anak-anak Aceh bisa menikmati masa tua yang lebih baik, apalagi potensi generasi muda Aceh jauh lebih baik. Hanya saja pembinaan dari pemerintah yang perlu dikaji lebih mendalam.

Katanya, Pemerintah Aceh tak membebankan kafilah Aceh yang akan mengikuti STQH Nasional ke 26 di Kalbar itu untuk pulang dengan prestasi prestisius. “Saya tidak menargetkan apa-apa. Jangan terbebani dengan angka-angka. Lebih dari itu bawalah misi yaitu meletakkan Quran sebagai tuntunan hidup kita semua,” kata Nova menambahkan.

Angka kuantitatif berupa perankingan dalam sebuah kejuaraan, kata Nova, memang penting. Namun, kata dia, tidak semuanya harus diukur dengan angka. “Misi lain yang lebih penting adalah menjadikan Quran di atas segalanya,” kata Nova. Jika itu sudah bisa diamalkan, Nova yakin peringkat terbaik akan dibawa pulang kafilah Aceh, bahkan lebih baik dari MTQ dan STQ Nasional sebelumnya.

“Tolong pak Asisten 1 dan pak Kadis Syariat Islam godok aturannya.” Mereka yang telah membawa nama Aceh apalagi pada ajang MTQ dan STQ, kata Nova, tidak cukup hanya diberikan penghargaan berupa uang tunai. Lebih dari itu, mereka haruslah diberikan kesempatan yang lebih besar berupa hadiah yang lebih permanen, baik berupa beasiswa pendidikan hingga prioritas kelulusan baik di jenjang universitas hingga ke pemerintahan. “Dengan demikian, reward dari pemerintah menjadi lebih substansial dibanding hanya memberikan bonus berupa uang tunai,” tegas Nova Iriansyah

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, EMK Alidar, mengatakan, Aceh mengirimkan 18 peserta untuk mengikuti 4 cabang perlombaan dengan 9 golongan. Kafilah Aceh mengirimkan perwakilan untuk mengikuti STQH cabang tilawah anak golongan putra dan putri serta tilawah dewasa putra-putri. Selanjutnya adalah Cabang Tahfiz 1 Juz, Tahfiz 5 Juz, Tahfiz 10 Juz, Tahfiz 20 Juz dan Tahfiz 30 Juz Golongan Putra dan Putri. Dua cabang lainnya adalah Tafsir Bahasa Arab dan cabang Musabaqah Hadis Nabi.

Sebelum berangkat ke Pontianak, Kalbar, para peserta asal Aceh telah mengikuti training selama 40 hari yang dibimbing oleh pelatih dari LPTQ Aceh dan pelatih nasional. Alidar berharap, pada gelaran STQH ke-26, secara perankingan Aceh bisa memperbaiki peringkat dari STQH tahun lalu yaitu peringkat ke-7.(rel/mis)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved