Seminar Permuseuman Sebaga Sumber Informasi Inspiratif dan Bukti Kekayaan Intelektual

SEMINAR permuseuman yang dibuka Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak yang diwakili

Seminar Permuseuman Sebaga Sumber Informasi Inspiratif dan Bukti Kekayaan Intelektual
IST
Kepala UPTD Museum Aceh Dra. Junaidah Hasnawati bersama narasumber berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi dan Filologi sedang memaparkan materi di Aula Museum Aceh, Banda Aceh, Rabu 26 Juni 2019. 

SEMINAR permuseuman yang dibuka Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH menyambut baik dan mendukung atas dilaksanakannya seminar tersebut di Museum Aceh dengan tema “Museum Aceh : Sumber Informasi, Inspirasi dan Bukti kekayaan Intelektual” yang di selenggarakan oleh UPTD Museum Aceh, Rabu (26/06).

“Perlu kita ketahui bahwa perkembangan dunia permuseuman saat ini di indonesia, bahkan di dunia telah mengalami perubahan yang sangat pesat. Perkembangan tersebut terlihat dari paradigma baru yang memandang bahwa museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan barang kuno dan antik, seperti anggapan masyarakat pada umumnya, tetapi museum harus terus berusaha untuk menciptakan pengalaman dan pemahaman baru bagi para pengunjungnya,” ujar Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH, Museum sebagai lembaga yang menyimpan, memelihara dan memamerkan koleksinya diharapkan juga mampu berusaha maksimal berperan aktif sebagai lembaga edukasi non formal dan tempat menggali ilmu pengetahuan yang kelak diharapkan mampu membentuk karakter generasi bangsa selanjutnya.

Seperti yang tertera dalam tiga pilarpermuseuman indonesia, yaitu : mencerdaskan kehidupan bangsa, pembentukan kepribadian bangsa dan memperkokoh ketahanan nasional dan wawasan nusantara. Hal tersebut diungkapkan Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh uburhan, SH, saat memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan seminar permuseuman yang berlangsung di Museum Aceh, Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Suburhan, SH juga menambahkan,

Di era pesatnya perkembangan teknologi dan informasi atau yang lazim kita sebut dengan era millenial saat ini, terkadang berdampak pada lompatan peradaban lintas negara yang bukan tidak mungkin mampu meruntuhkan totalitas dan identitas budaya lokal untuk kemudian berubah menjadi tatanan global yang homogen. Indikasi ini dapat terlihat dengan menghilangnya batas-batas kebudayaan sehingga budaya asli mulai dilupakan, “Jika kondisi ini terus berlarut, perlahan-lahan jati diri kita akan hilang tertelan oleh budaya luar.

“Salah satu tugas fungsi museum yaitu menyelenggarakan seminar yang bertujuan sebagai media pembelajaran khususnya bagi para peserta didik, akademisi dan secara umum bagi seluruh masyarakat,” ujar Suburhan. “Bila dicermati tema yang diangkat pada seminar ini adalah museum aceh, sumber informasi, inspirasi dan bukti kekayaan intelektual merupakan sebuah tema yang sangat relevan dan penting untuk disajikan, mengingat banyaknya pelajaran dan informasi yang harus digali dari banyaknya koleksi museum aceh dengan berbagai tinjauan ilmu yang saling berkaitan,” kata Suburhan.

“Melalui seminar ini diharapkan mampu membuka wawasan yang luas tentang sejarah, budaya dan ilmu pengetahuan lainnya. Sehingga fungsi museum sebagai lembaga edukasi dan media pembelajaran dapat dicapai secara maksimal seperti yang tertera dalam tiga pilar tersebut di atas. untuk mencapai hal-hal tersebut museum dan pihakpihak yang terkait lainnya perlu berbenah dan melakukan berbagai inovasi program museum yang bermanfaat dan menarik, sehingga mampu mendorong minat dari berbagai kalangan masyarakat untuk berkunjung, belajar dan meneliti di museum,” pungkas Suburhan, Kepala UPTD Museum Aceh Dra. Junaidah Hasnawati, Museum Aceh sesuai denganvisi misi museum sebagai lembaga edukasi non formal. Meningkatkan kesadaran semua pihak terkait tentang pentingnya lembaga museum sebagai pilar peradaban sebuah bangsa.

Mengharapkan perhatian dan peran serta semua pihak agar museum kembali bangkit sesuai dengan salah satu visi dan misi gubernur aceh yaitu aceh yang bermartabat, Museum Aceh saat ini telah berusia 104 tahun sejak didirikannya tahun 1915 dan memiliki lebih dari 6000 koleksi yang terdiri dari 10 jenis koleksi yang merupakan khasanah kebudayaan bangsa dan bukti kekayaan intelektual kita di masa lalu

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved