Setia Jaga Perbatasan RI-Australia Selama 23 Tahun Tanpa Upah, Eli: Biarlah Saya Bertahan Apa Adanya

meski tanpa upah, pria yang akrab disapa Eli tersebut setia menjaga menara suar yang berada di perbatasan Indonesia dengan Australia.

Setia Jaga Perbatasan RI-Australia Selama 23 Tahun Tanpa Upah, Eli: Biarlah Saya Bertahan Apa Adanya
Antara - Simon Lolonlun/IST
Eli, penjaga menara perbatasan Indonesia-Australia di Pulau Selaru, Maluku 

SERAMBINEWS.COM - Masalah perbatasan negara bagi setiap negara merupakan hal

yang sangat krusial karena sangat menentukan banyak hal penting.

Begitu pula bagi Indonesia dengan wilayahnya yang luas dan mencakup daratan juga lautan.

Biasanya, anggota TNI-lah yang akan bertugas menjaga wilayah perbatasan, baik terus-menerus, maupun dikunjungi dalam periode waktu tertentu.

Namun, ada pula beberapa wilayah Indonesia yang ternyata justru dijaga oleh warga sipil.

Sayangnya, upaya untuk menjaga perbatasan tersebut tidak serta merta menjadi sebuah tugas negara dengan upah yang mumpuni.

Bahkan untuk Elkana Amarduan (62), seorang warga Desa Eliasa, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, menjaga perbatasan negara bak kerja sosial, tanpa dibayar.

Ya, meski tanpa upah, pria yang akrab disapa Eli tersebut setia menjaga menara suar yang berada di perbatasan Indonesia dengan Australia.

Baca: Anak Main Korek Api, Ruko Warga Aceh Barat Terbakar

Baca: Suami Merantau ke Malaysia, Isteri Bersama Mantan Keuchik Diamankan Polres Pidie

Baca: Terkait Bobol Kantor Kas di Lhokseumawe, Bank Syariah Mandiri pastikan Dana Nasabah Aman

Baca: Tak Sebatas Kedai Runcit, Koperasi Melayu Aceh di Malaysia Boleh Dirikan Pasaraya dan Restoran

Dari Desa Eliasa, khususnya dari menara, kita memang bisa melihat siluet Kota Darwin (Australia) jika air surut.

IST/Menara Suar Pulau Selaru

Halaman
123
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved