Citizen Reporter

Pedulinya Masyarakat Eropa terhadap Muslim

SAYA bersama teman-teman dari sepuluh Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) se-Indonesia

Pedulinya Masyarakat Eropa terhadap Muslim
IST
Dr. TEUKU ILHAMI SURYA AKBAR, M. Biomed, Direktur Unit Transfusi Darah PMI Kota Banda Aceh, melaporkan dari dari Basel, Swiss

OLEH Dr. TEUKU ILHAMI SURYA AKBAR, M. Biomed, Direktur Unit Transfusi Darah PMI Kota Banda Aceh, melaporkan dari dari Basel, Swiss

SAYA bersama teman-teman dari sepuluh Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) se-Indonesia mewakili Indonesia untuk mengikuti Kongres International Society Blood Transfusion (ISBT) di Basel, Swiss. Saya berserta rombongan menggunakan pesawat Etihad dari Jakarta menuju Zurich yang transit selama tiga jam di Abu Dhabi.

Sampai di Swiss terjadi perubahan suhu yang sangat drastis mencapai 15°C. Sambil menunggu kegiatan kongres esok harinya, kami berserta rombongan sepakat untuk mencoba menikmati keindahan tempat wisata yang ada di negara tersebut. Perjalanan awal kami menuju Mount Titlis, pengunungan Tiltis yang begitu indah bagaikan lukisan yang sering kita lihat sebuah desa yang di kaki gunungnya diselimuti salju.

Masyarakat Eropa yang terkenal dengan kemodernan mereka tetap mempertahankan keasrian lingkungan dan arsitektur dari bagunan megahnya sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi para turis yang berkunjung ke sana.

Swiss merupakan negara yang terkenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya itu adalah pegunungan Tiltis yang kami kunjungi. Saat kami sampai di sana dan melihat dari dekat hal yang sama seperti yang diceritakan oleh orang banyak terkait pegunungan yang ada di sini dan pemerintah sangat menunjang segala sesuatu terkait parawisata di sini.

Kami mengamati begitu banyak orang yang berkunjung kemari, suhu di sini saat itu mencapai 0°C dan kami sangat beruntung karena saat sampai ke pegunungan kami dapat melihat langsung salju yang sedang turun. Bagi kita masyarakat Asia, khususnya Asia Tenggara, keadaan seperti ini jarang atau bahkan tidak ada di negara kita yang beriklim tropis. Titlis adalah sebuah gunung di pegunungan Alps di Swiss. Tingginya mencapai 3.000 meter lebih, tepatnya 3.029 meter. Dulu Titlis disebut Tuttelsberg dan kemudian Titlis.

Suhu di gunung tersebut mencapai 0°C, bagi para traveler berkunjung kemari merupakan suatu kewajiban. Hampir tiga jam kami di sini melihat pemandangan dan juga toko-toko yang menjual suvenir menjadi daya tarik tersendiri di sini. Ada hal yang lebih menarik dari itu semua yang kami dapatkan di sini, yaitu adanya tempat ibadah yang disediakan khususnya bagi kita umat muslim yang berkewajiban menunaikan shalat dalam sehari lima waktu.

Hal ini sangat membantu kami para rombongan yang mayoritas beragama Islam. Ini menunjukkan perubahan pola pandang terkait Islam khususnya bagi masyarakat Eropa, terutama mungkin kita bisa merasakan setelah Tragedi WTC, 11 September, di mana banyak masyarakat, khususnya Eropa, menunjukkan sikap antipatinya kepada muslim dan ini dapat dirasakan oleh mereka yang sering berkunjung ke Eropa saat itu.

Setelah itu kami kembali melanjutkan perjalanan menuju hotel. Esoknya kami mengikuti kegiatan ISBT yang dihadiri 3.000 orang dari berbagai negara. Kegiatan ini bertujuan untuk saling berbagi ilmu khususnya terkait transfusi darah. Keseluruhan kegiatan sangat menarik dan acara ini dibuka resmi oleh Menteri Kesehatan Swiss.

Dari serangkaian kegiatan yang ada kami ingin menyampaikan bahwa saat ini begitu banyak perbedaan dari sebelumnya, di mana saat ini sudah disediakan praying room bagi yang ingin melaksanakan ibadah, terutama bagi kita yang muslim untuk menunaikan shalat. Juga sudah ada pemisahan antara makanan halal dan tidak, dan mungkin ini dianggap sepele bagi sebagian orang, tapi bagi kita tidak, yakni disediakannya kursi dan meja bagi kita untuk makan dan ini sangat membantu kita juga dalan menjalankan sunah yang diperintahkan oleh Rasulullah agar makan dan minum sambil duduk, tidak berdiri. Saya anggap, semua ini menjadi bukti makin pedulinya pemerintah dan masyarakat di Eropa terhadap umat muslim.

Inilah sekelumit cerita kami dari Basel, Swiss, di mana telah terjadi perubahan pola pikir yang cukup signifikan dari sebelumnya, terutama terkait toleransi terhadap kita umat muslim yang cukup minoritas jumlahnya di Eropa.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved