8 Warga Aceh Selundupkan Sabu

Tujuh remaja dan seorang petani asal Aceh nekat menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu melalui

8 Warga Aceh Selundupkan Sabu
IST
PETUGAS memperlihatkan delapan warga Aceh yang berusaha menyelundupkan sabu seberat 4,1 kilogram dan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Jumat (28/6) pagi. 

* Melalui Bandara Pekanbaru ke Surabaya

PEKANBARU - Tujuh remaja dan seorang petani asal Aceh nekat menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu melalui Bandara Sultan Syarif Kasiem (SSK) II Pekanbaru dengan tujuan ke Surabaya, Jawa Timur. Namun, percobaan penyelundupan sabu-sabu melalui Bandara Pekanbaru tersebut berhasil digagalkan petugas bandara.

Executive General Manager SSK II Pekanbaru, Jaya Tohama Sirait mengatakan, delapan warga Aceh itu ditangkap pada Jumat (28/6) pagi. Dari mereka petugas berhasil menyita 34 paket sabu-sabu yang setelah ditimbang beratnya mencapai 4,1 kg.

Sabu-sabu sebanyak itu jika terjual bisa mendatang uang kepada pemilikinya sekitar Rp 8 miliar dan bisa merusak sel saraf 16.000 orang penggunanya.

Jaya Tohama juga menyebutkan inisial kedelapan warga Aceh itu tanpa merinci dari kabupaten/kota mana di Aceh mereka berasal. Mereka adalah RS 24 tahun, Mus (30), FN (25), Muk (19), SW (21), ML (22), Mar (19), dan AH (25).

Dari hasil interogasi petugas terungkap bahwa komplotan penyelundup sabu-sabu ini sudah tiga kali menggunakan bandara sebagai jalur penyelundupan narkoba. Baru kali ini upaya mereka menyelundupkan sabu-sabu lewat bandara berhasil digagalkan petugas Aviation Security (Avsec), tepatnya pada Jumat (28/6) sekitar pukul 05.00 WIB. Mereka tadinya hendak menumpang pesawat Lion Air JT 983 ke Surabaya pada jam penerbangan pagi.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengatakan, kesemua pelaku merupakan warga asal Aceh, namun ia tak merinci berasal dari kabupaten/kota mana. “Jadi, kita sudah berkoordinasi dengan petugas bandara,” ujar Susanto,

Saat ini, lanjut Susanto, pihaknya sedang melakukan pengembangan lebih lanjut kasus ini, terutama untuk mengetahui dari mana asal, jaringan, dan ke mana saja barang haram itu hendak diedarkan.

“Kebanyakan mereka ini sebagai kurir antarprovinsi. Berapa mereka dibayar, siapa yang membiayai, dan siapa penerima barang, sedang kita dalami,” tutur Kapolresta.

Menurut Susanto, para pelaku hanya menginap sehari di Pekanbaru. Mereka hanya transit menjemput narkoba, lalu kembali ke daerah tujuan sesuai perintah orang yang mengendalikan mereka.

Halaman
12
Editor: bakri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved