Bau Masih Menyebar di Blang Nisam

Sebaran bau tidak sedap masih dirasakan warga Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu

Bau Masih Menyebar di Blang Nisam
SERAMBI/SENI HENDRI
KETUA Komisi A, DPRK Aceh Timur, Irwanda, memberikan kesimpulan sikap DPRK terkait penanganan bau busuk di sekitar CPP Blok A PT Medco, yang dimohon oleh warga untuk dicarikan solusinya saat unjuk rasa ke Gedung DPRK 

* Hasil Analisa Udara Dilanjutkan oleh Tim Unsyiah

IDI - Sebaran bau tidak sedap masih dirasakan warga Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur sampai Rabu (26/6) sore, tetapi dengan intensitas rendah. Untuk hasil penelitian yang dilaksanakan oleh tim IPB telah selesaikan dilakukan dan saat ini dianalisa kembali oleh tim Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Penyebaran bau yang diduga berasal dari CPP Blok A PT Medco E&P Malaka dilontarkan oleh Suriyanto, seorang warga Dusun Abah Buya, Gampong Blang Nisam pada Kamis (27/6). Dia menyebutkan bau berulangkali dirasakan warga selama beberapa detik sampai Rabu (216/6) sore.

Anto menyebutkan penyebaran bau menyengat tidak jauh lagi, seperti tempat tinggalnya, yang berjarak sekitar 1 km dari aktivita perusahaan migas itu. “Bau menyegat masih dirasakan warga selama beberapa detik secara berulang-ulang, walau tidak separah sebelumnya,” katanya.

Dilansir sebelumnya, warga lingkar tambang CPP Blok A, PT Medco, dari lima gampong di Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, mengeluhkan bau menyengat, diduga bau gas dari CPP Blok A.

“Seperti bau telur busuk, atau seperti bau dari septic tank dan kami baru saja merasakan baunya,” ungkap M Nuraqi, tokoh masyarakat Indra Makmu, Senin (13/5/2019) siang. Dia menduga sumber bau dari proses produksi gas di CPP Blok A, dan berharap kepada Pemkab Aceh Timur dan pihak terkait untuk segera menemukan sumber baunya,

Dia menyatakan hal itu telah terjadi berulang kali sejak lima bulan lalu dan jika tidak, akan berpotensi menimbulkan konflik antara warga dengan perusahaan. Nuraqi mengatakan, lima gampong yang terdampak bau busuk seperti gas yaitu Alue Ie Mirah, Blang Nisam, Suka Makmu, Alu Ie Itam, dan Seuneubok Cina.

“Bau menyengat akan tercium saat arah angin mengarah ke kita dan beberapa menit kemudian jika arah angin berbalik, bau akan hilang dengan sendirinya,” jelas Nuraqi. Dia menilai jika tidak segera ditangani, maka warga khawatir mengalami mengganggu kesehatan, karena sudah ada warga yang mulai, pusing, dan muntah-muntah.

Sementara itu, tim akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) telah menyelesaikan analisa dan pemodelan penyebaran bau gas yang terjadi di sejumlah gampong di sekitar wilayah kerja PT Medco. Hasil pengukuran kualitas udara yang terjadi di beberapa gampong telah diteliti di laboratorium yang selanjutnya dipakai sebagai acuan dalam melakukan kalibrasi terhadap berbagai situasi yang disimulasikan.

“Berdasarkan hasil analisa dan studi tim IPB yang menggunakan metode berstandar internasional, disimpulkan bahwa kadar H2S dan SO2 yang terdispersi ke udara masih dalam ambang batas aman dan tidak membahayakan kesehatan,” jelas General Manager (GM) PT Medco E&P Malaka, Susanto, dalam siaran pers yang diterima Serambi, Kamis (27/6).

Saat ini, jelas Susanto, hasil analisa tim IPB tersebut sedang diverifikasi oleh tim Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh sebelum disosialisasikan. Setelah mendapat penilaiai dari Universitas Syiah Kuala dan BPMA, perusahaan bersama-sama IPB dan Unsyiah akan menyampaikan hasil tersebut pada berbagai pihak dan instansi terkait.

“Kami berharap, semua pihak dapat memahami dan menunggu hasil verifikasi tersebut, sebelum kami sosialisasikan,” ujar Susanto. Tanggapan itu muncul seusai anggota Komite II DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma mengirim surat ke PT Medco E&P Malaka, untuk meminta penjelasan terkait hasil uji laboratorium kadar udara di Indra Makmu, dari tim IPB.

Dalam suratnya, Haji Uma meminta PT Medco E&P Malaka agar segera menyampaikan hasil uji laboratorium terkait kualitas udara yang dilakukan oleh tim IPB, seperti yang pernah disampaikan pihak perusahaan menanggapi demo warga.

“Kita meminta hasilnya segera diumumkan kepada masyarakat, karena masyarakat yang terkena dampak berharap segera mengetahui hasilnya,” katanya. Dia menyatakan berdasarkan informasi dari masyarakat, hasilnya belum diumumkan, sehingga perlu dikirim surat sebagai bentuk tindak lanjut aspirasi masyarakat.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved