Salam

Kita Menghormati Jiwa Besar Prabowo

Majelis hakim konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan

Kita Menghormati Jiwa Besar Prabowo
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Sidang putusan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta 

Majelis hakim konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Mahkamah, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Sedangkan Prabowo-Sandi menerima keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh permohonan yang diajukannya dalam sengketa Pilpres. “Saudara sekalian kita baru saja mendengarkan putusan MK tentang gugatan paslon 02 terhadap hasil KPU mengenai pilpres 2019. Walaupun kami mengerti bahwa keputusan itu sangat mengecewakan bagi kami dan pendukung, namun sesuai kesepakatan kami patuh dan ikuti jalur konstitusi yaitu UUD 45 dan sistem UU yang berlaku maka dengan ini kami nyatakan bahwa kami hormati hasil keputusan MK,” kata Prabowo.

Sikap itulah yang kemudian sangat dihormati banyak kalangan. Bahkan, Jokowi-Ma’ruf Amin memuji kebesaran hati dan kenegarawan Prabowo-Sandi yang disebutnya sebagai “Sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno. Beliau berdua memiliki visi yang sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik, maju dan adil sejahtera.”

Tentu, sejak awal kita sudah berharap calon-calon untuk siap menang dan siap kalah. Sikap menghadapi kekalahan atau kemenangan harus dilakukan secara profesional. Jika pun kalah terimalah dengan lapang dada dan yang menang tak perlu pula beria-ria berlebihan.

Dan terpenting dari semua itu adalah adanya kematangan dan kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi, semoga mendapatkan pemimpin yang amanah.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma’arif mengatakan demokrasi merupakan sistem yang mendidik setiap orang untuk bersabar. Apabila tidak suka dengan seseorang atau rezim pemerintahan maka bersabar dan menunggu dengan tidak memilihnya lagi pada pemilihan berikutnya.

Sebagaimana opini yang berkembang dan kita juga setuju bahwa dengan lahirnya putusan MK itu, maka Pilpres sudah usai. Sikap saling ‘bermusuhan’ segera dihentikan. Bukankah hidup damai dalam berbangsa dan bernegara itu indah? Tunjukkan kebesaran jiwa dan sikap kenegarawanan untuk mengakui kekalahan dan mengakui kemenangan ‘lawan’ politik.

Saling memaafkan secara tulus, itulah yang dianjurkan semua agama. Kompetisi politik yang terjadi begitu keras dan meninggalkan bekas di hati para elit politik, harus dilupakan. Ingatlah, bahwa ada saatnya bangsa Indonesia harus menyatukan semua potensi untuk bergerak maju dan menjadi bangsa terpandang di dunia.

Rakyat tak perlu lagi dibawa-bawa dalam ketidakpuasan sepihak. Saatnya rakyat merajut kembali kebersamaan. Perbedaan pendapat termasuk pertengkaran karena jagoannya tak sama, sebaiknya diakhiri. Lebih baik energi digunakan untuk bersama-sama membangun negeri ini. Ulama dan umara agar menaburkan siraman jiwa yang meneduhkan. Sampaikan pesan perdamaian bagi umat.

Diharapkan, presiden dan wakil presiden yang terpilih bisa menjalankan tugasnya untuk membangun Indonesia, menjaga integritas, dan mewujudkan janjinya saat kampanye.

Harapan kita, pasangan calon yang menjadi pemenang pilpres 2019 harus tetap mengutamakan kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat adalah hal yang utama dibanding lainnya. Saling ‘bermusuhan’ segera dihentikan. Bukankah hidup damai dalam berbangsa dan bernegara itu indah? Tunjukkan kebesaran jiwa dan sikap kenegarawanan untuk mengakui kekalahan dan mengakui kemenangan ‘lawan’ politik.

Para negarawan dan cendikiawan mengatakan, saling memaafkan secara tulus, itulah yang dianjurkan semua agama. Kompetisi politik yang terjadi begitu keras dan meninggalkan bekas di hati para elit politik, harus dilupakan. Ingatlah, bahwa ada saatnya bangsa Indonesia harus menyatukan semua potensi untuk bergerak maju dan menjadi bangsa terpandang di dunia.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved