Pejabat Kementan RI Temui Penyuluh Pidie Jaya. Ini Harapannya

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Penyuluhan pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian

Pejabat Kementan RI Temui Penyuluh Pidie Jaya. Ini Harapannya
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Dua penyuluh pertanian di Kecamatan Jangkabuya, Pidie Jaya, Senin (8/4/2019) memperlihatkan benih padi bantuan yang disalurkan kepada petani pada musim tanam gadu ini. 

Pejabat Kementan RI Temui Penyuluh Pidie Jaya. Ini Harapannya

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM.MEUREUDU - Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Penyuluhan pada  Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, I Wayan Ediana MSi, Jumat (29/6/2019) petang  melakukan pertemuan dengan semua penyuluh pertanian Pidie Jaya.

Pertemuan dengan pejabat pusat berlangsung di Aula Dinas Pertanian Pangan, dipimpin kadis setempat serta didampingi sekretaris serta beberapa kabid, juga ikut dihadiri Kabid Penyuluhan Distanbun Aceh, Ir Muazzin.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam, I Wayan, dalam paparannya sekitar 1,5 jam lebih memfokuskan tentang kebijakan dan program strategis BPPSDMP Kementan yang akan diluncurkan pada tahun 2020 mendatang. 

Peningkatan SDM penyuluh, dana operasional untuk 6.000 unit Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Indonesia, kesejahteraan penyuluh sekaligus memberi perhatian khusus  baik sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) maupun calon pegawai negeri sipil  (CPNS) akan tetap diupayakan berlanjut.

Karenanya, kepada semua penyuluh termasuk yang masih berstatus tenaga harian lepas tenaga bantu (THL-TB) , Wayan mengimbau agar terus bekerja keras mendampingi petani di wilayah kerjanya masing-masing dalam usaha peningkatan produksi pertanian dalam arti luas.

Pemerintah atau dalam hal ini Kementan setiap tahun memperjuangkan nasib penyuluh termasuk yang belum lulus P3K atau CPNS supaya bersabar. Teuku Edy, Ketua Forum Penyuluh Pertanian Pijay, pada kesempatan tersebut antara lain, melalui  Kabid BPPSDMP berharap agar mereka yang sudah lulus P3K supaya proses atau penetapan NIPdisegerakan.

Karena berdasarkan keterangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), lanjut Edy, pihaknya belum bisa memproses akibat belum turunnya petunjuk tehnis (juknis) dari BKN pusat.

Baca: Rutan Bireuen Sudah Over Kapasitas, Daya Tampung 87 Orang, Dihuni 447 Warga Binaan

Baca: Darwati A Gani Pimpin Pengprov ISSI Aceh

Baca: Kwarcab Pramuka Aceh Singkil Serahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran

Harapan lainnya ada sejumlah penyuluh yang pada ujian beberapa bulan lalu gaga karena tidak memenuhi nilai ambang batas, supaya diberi kesempatan berikutnya untuk bertarung sekaligsu diprioritaskan kelulusannya.

Sementara sebelumnya, Kadis Pertanian Pangan Pijay, drh Muzakkir Muhammad melaporkan, saat ini jumlah penyuluh pertanian di wilayahnya 152 orang. Rinciannya, 37 orang PNS, 75 orang THL-TB dan 40 orang penyuluh swakarsa.

Keterbatasan alat transportasi atau sepeda motor (sepmor) masih sangat dirasakan. Dari 152 orang penyuluh, sepmor yang ada hanya 46 unit dan sebagiannya “batuk-batuk” atau rusak ringan. Sehingga sebagian penyuluh terpaksa naik ojek ketika hendak bertugas ke lapangan.

Persoalan lainnya, dari delapan kecamatan di Pijay, satu kecamatan diantaranya yaitu Bandarbaru belum memiliki BPP. Sementara BPP lama, ambruk akibat gempa yang melanda kabupaten tersebut pada 7 Desember 2016 lalu.

Melalui Kabid BPPSDMP, Kadistan Pangan Pijay berharap agar adanya dana APBN untuk pembangunan gedung BPP serta kendaraan roda dua. “Mengharap dari dana APBK tentunya butuh waktu lama apalagi  anggaran yang tersedia pun minim,” papar Muzakkir.(*)

   

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved