Petugas Jaring Pengemis dan Anjal

Dua pengemis dan enam anak jalanan (anjal) dibina di rumah Dinas Sosial (Dinsos) Banda Aceh, setelah terjaring

Petugas Jaring Pengemis dan Anjal
For Serambinews.com
Drs Muzakir 

* Ada yang Berstatus Pelajar

BANDA ACEH - Dua pengemis dan enam anak jalanan (anjal) dibina di rumah Dinas Sosial (Dinsos) Banda Aceh, setelah terjaring petugas Satpol PP dan WH serta Dinsos Kota Banda Aceh, selama dua hari, Kamis dan Jumat (27-28/6). Para pengemis dan anak jalanan yang terjaring itu, bukan wajah baru. Mereka sudah sering terjaring razia diperingatkan petugas Dinsos.

“Meski rata-rata yang terjaring sudah pernah dibekali modal usaha dengan tujuan agar mereka tidak lagi kembali ke jalan dan meminta sedekah, memang sudah tidak mampan,” kata Kadis Sosial Kota Banda Aceh, Drs Muzakir, kepada Serambi, Jumat (28/6).

Bahkan, sebutnya, para pengemis dan anak-anak jalanan yang terjaring selama ini telah pernah dibawa pulang ke asalnya. Tapi, beberapa minggu kemudian mereka kembali lagi ke Banda Aceh dan mulai mencari lokasi baru untuk mengemis, misalnya lanjut Muzakir, dulunya tertangkap di Simpang Lima. Begitu balik ke Banda Aceh meminta-minta di Simpang BPKP. Sehingga berbagai nasehat, pembinaan, serta peringatan terkesan diabaikan.

Bahkan, para pengemis yang telah berulang kali dijaring telah menunjukkan keberaniannya melawan petugas dengan alat-alat yang mereka bawa saat mengemis. “Karena itu kami meminta kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan untuk tidak memberi sesuatu kepada pengemis. Hal itu membuat mereka semakin malas, karena mereka pikir, menjadi pengemis salah satu cara untuk mudah mendapatkan uang dari rasa belas kasihan orang,” ujar Muzakir.

Kabid Rehabilitasi Dinsos, TM Syukri SSos MAP menambahkan, pihaknya bersama Satpol PP Kota Banda Aceh terus melancarkan operasi pengemis dan anak-anak jalanan sampai kesadaran itu tumbuh. “Tapi, kalau tanpa dukungan masyarakat sama saja. Karena itu, dukungan dari masyarakat sangat kami harapkan dan itu sangat menentukan. Karena, apa yang kami lakukan selama ini untuk kebaikan mereka dan untuk kebaikan semua,” ujarnya.

Ampon Syukri--sapaan akrab untuk TM Syukri--menjelaskan, dua pengemis yang terjaring Kamis (27/6) malam masing-masing diamankan dari simpang lampu merah Jambo Tape, berinisial Za (40) asal Bireuen dan seorang anak-anak di bawah umur, berinisial Is (14) asal Pidie. “Is, anak di bawah umur ini dalam keterangannya dia disuruh oleh seorang wanita yang dia panggil dengan sebutan Bunda dan tinggal di Kecamatan Meuraxa. Hasil yang diperoleh oleh Is untuk mengemis akan dibagi sama wanita itu. Kami sendiri lagi melacak keberadaan si Bunda yang disebut oleh anak ini,” sebutnya.

Is yang terjaring petugas di Simpang BPKP ini masih berstatus pelajar SMP kelas 2 di Pidie. “Jadi, bagaimana proses dia bertemu dengan Bunda itu, hal tersebut yang sedang kami dalami. Oh ya, pada saat Is, anak di bawah umur itu meminta-minta di Simpang BPKP dia diantar oleh tukang becak yang menurut keterangannya itu suami si Bunda,” ungkapnya sambil menambahkan bahwa penarik becak motor kabur dan meninggalkan Is.

Kabid Rehabilitasi Dinsos Kota Banda Aceh, TM Syukri SSos MAP mengatakan enam anak jalanan yang kini juga dibina di rumah singgah Dinsos Banda Aceh di Gampong Lamjabat, diserahkan oleh petugas Satpol PP. Tiga di antaranya merupakan wanita dan terjaring di kompleks Terminal Keudah. Ketiganya berinisial Dh (17), Da (34) dan Pu (23).

“Ketiganya sudah beberapa kali kita tangkap dan kita beri pembina. Mirisnya, Dh, Da dan Pu, masih kembali ke jalanan dan sering terlihat bersama anak jalanan lainnya yang berbeda-beda. Kalau kehidupannya sudah dijalani seperti itu kita tahu lah sendiri seperti apa,” sebut Ampon Syukri.

Lalu, tambahnya untuk tiga anak jalanan lainnya yang terjaring petugas Satpol PP diserahkan ke pihaknya, Jumat (28/6) pagi. Dari ketiganya, ungkap Ampon belum banyak digali informasi, termasuk namanya. Tapi, ketiga anak jalanan itu juga telah dibawa ke rumah singgah Dinsos Kota Banda Aceh.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved